oleh

Diduga Depresi, IRT Gantung Diri

ilustrasi
ilustrasi

RadarGorontalo.com – Diduga stres akan penyakit komplikasinya yang tak kunjung sembuh, salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) terindentifikasi S.N (48) memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Menggunakan seutas tali jemuran, S.N warga Desa Tunggulo Kecamatan Tilongkabila ditemukan tak bernyawa lagi sekitar pukul 11.00 wita Sabtu (03/09)

Informasi yang berhasil dihimpun RADAR Gorontalo dari warga sekitar menyebutkan bahwa, suami korban Ishak Ali (49) adalah orang pertama kali menemukan korban usai memindahkan sapinya yang berjarak 1 Kilometer dari rumah. “Ti maitua jam 10.00 saya masih lihat tidur dikamar, sayapun tidak curiga dan langsung bakase pindah sapi seperti biasa,” kata Ishak kepada RADAR. Namun setibanya di rumah, petani ini curiga pintu dan dan jendela rumah dalam keadaan terkunci dari dalam rumah. Saksi saat itu mencoba memanggil nama korban namun tidak ada jawaban dari dalam. Tak menunggu lama, ia mendobrak pintu rumah. Alangkah terkejutnya Ishak, ketika mendapati istrinya sudah terikat dengan seutas tali di pintu samping rumahnya. Ishak pun saat itu langsung berteriak – teriak meminta pertolongan. Warga yang penasaran mendekati rumah dan sebagian warga melaporkan kejadiannya ini ke polisi setempat. Mendengar informasi itu, aparat dari Polres Bone Bolango langsung datang dan melakukan olah TKP.

Kapolres Bone Bolango AKBP. Wahyu Tri Cahyono melalui Kasat Reskrim Iptu. Boby Rahman membenarkan adanya kejadian gantung diri tersebut. “Keluarga menolak otopsi, jenazahnya langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tukasnya. (tr-10/rg)


Jangan Lewatkan

Komentar