oleh

Diduga Dianiaya Oknum Purna Angkatan 6, Siswa Wira Bhakti Alami Luka Serius

-Hukum & Kriminal-577 Pengunjung

RGOL.ID, Gorontalo – Aksi penganiayaan kembali terjadi di SMA Terpadu Wira Bhakti Kabupaten Bone Bolango.

Kali ini korbanya adalah Moh. Akbar P. Dunda, siswa Kelas II (Tingkatan Taruna Madya) angkatan 17 yang diduga dianiaya oleh oknum purna angkatan 6 berinsial K, pada jumat (15/8) lalu.

Saat ditemui Rakyat Gorontalo, Akbar menceritakan awal terjadin penganiayaan terhadap dirinya. Saat itu, Akbar hendak ke klinik untuk cek-up rutin sekaligus berobat karena sakit perut yang di deritanya.

Saat masih berobat, Akbar mendengar ada panggilan dirinya untuk menghadap ke kantor. Sontak saja, Akbar langsung bergegas menuju kantor yang tidak jauh dari klinik.

Namun sesampainya di kantor, Akbar kaget dimintai keterangan terkait dengan penemuan rokok dibawah ranjang miliknya. “waktu itu dia (pelaku) menanyakan ke saya, apa saya merokok? dengan tegas saya jawab tidak, tapi tiba-tiba saja pelaku menampar pipi saya, kemudian memukul saya bertubi-tubi dibagian wajah sampai keluar darah.

Bukan itu saja, kaki saya juga dipukul sampai lebam,” jelas Akbar yang mengaku masih merasakan sakit di wajah dan kaki. Seharusnya kata Akbar, jika ada kesalahan siswa, maka yang harus mengambil alih adalah pelatih dari petugas Brimob. “tidak tahu kenapa, malah pelaku ini yang turun tangan dan langsung memukul saya bertubi-tubi,” ujarnya.

Akbar pun dengan terpaksa mengaku rokok itu miliknya, karena sudah tidak tahan rasa sakit yang dideritanya akibat pukulan bertubi-tubi dari seniornya itu.

“saya sudah jawab jujur bahwa rokok itu bukan milik saya, tapi saya tetap dianiaya. Meskipun rokok itu ada di ranjang saya, tapi belum tentu itu milik saya, bisa saja ada orang yang sisipkan rokok itu ke ranjang saya,” tegas Akbar.

Sementara itu, Nirwana Dunda yang juga ibu Korban mengaku kecewa dan menyesalkan serta mengecam kejadian itu. “saya titip anak saya di sekolah ini untuk di didik, bukan dianiaya.

Kalau pun anak saya melakukan kesalahan, harusnya tidak dianiaya seperti ini,” tegasnya. Atas kejadian itu, Nirwana akan menempun jalur hukum, mempolisikan pelaku dan menuntut pihak sekolah.

Sementara itu, Ketua DPRD Bonebol Halid Tangahu sangat menyayangkan masih adanya tindak kekerasan sekaligus penganiayaan di SMA Terpadu Wira Bhakti. “secara prabadi sangat menyayangkan, kenapa hal seperti itu masih terjadi di sekolah ini, padahal SMA Terpadu Wira Bhakti ini adalah tempat pendidikan yang bagus dan terkenal, tetapi dengan adanya kejadian ini, tentu sangat mencoreng nama baik sekolah ini,” tuturnya.

Sementara itu, pendiri sekaligus pembina Yayasan SMA Terpadu Wira Bhakti, Uga Wiranto yang dikonfirmasi belum memberikan balasan. Untuk lebih memperjelas kasus ini, wartawan Rakyat Gorontalo melakukan konfirmasi dengan mendatangi langsung SMA Wira Bhakti.

Namun harapan untuk bertemu Kepala Sekolah dan bagian Humas tidak terpenuhi, karena menurut Security, Kepala Sekolah dan Humas tidak berada di tempat. Karena tidak bisa menemui pihak sekolah, Rakyat Gorontalo berusaha melakukan konfirmasi kepada Kepala SMA Wira Bhakti melalui whatsapp.

Awal-awalnya tidak memberikan respon, namun setelah didesak, Kepala SMA Wira Bhakti, Drs. Yusman Y. Ekie akhirnya memberikan klarifikasi.

“mohon maaf pak, saya tidak pernah ada itikad menghindar, hanya hari ini banyak yang harus segera saya selesaikan. Lagian tadi siang HP low bat,” jelasnya.

Menurut Yusman, dari kejadian itu, langkah yang diambil pihaknya adalah pertemuan dengan wakil kepala sekolah kesiswaan, pelatih, waligraha atau kepala asrama, keluarga asuh, senat taruna, dan personel terkait, untuk mengidentifikasi data dan fakta kejadian sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Selain itu, menindaklanjuti kejadian ini secara proporsional sesuai data dan fakta di lapangan, mengkomunikasikan dengan pihak orang tua kedua belah pihak dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini, memberikan ganjaran kepada setiap personel yang melakukan tindakan sesuai dengan tingkat tindakan yang dilakukan dalam pembinaan, menyiapkan laporan ke Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, serta akan mempertemukan semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini.

Terkait dengan laporan orang tua korban, Yusman mengaku pada dasarnya pihaknya menghargai upaya orang tua melaporkan ke polisi. Bahkan pihaknya akan mempersiapkan diri untuk memberikan penjelasan terkait dengan masalah itu. “kami akan lakukan upaya penyelesaian terbaik dan memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bonebol, Halid Tangahu sangat menyayangkan aksi kekerasan sekaligus penganiayaan di SMA Wira Bhakti. “kenapa bisa terjadi, sekolah Wira Bhakti ini adalah tempat pendidikan yang bagus dan terkenal, sehingga dengan adanya penganiayaan, jelas sangat mencoreng nama baik sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Bone Bolango, AKBP Desmont Harjendro membenarkan adanya laporan orang tua korban kekerasan di SMA Wira Bhakti. “laporannya kami sudah terima dan saat ini lagi proses, seperti pengambilan visum. Untuk tindaklanjut menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan,” tuturnya. (Yod-54)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.