RadarGorontalo.com – Misteri rangka manusia di Leato Jum’at (30/09), sepertinya bakal terungkap. Mina, warga Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulteng, mendatangi Mapolres Gorontalo Kota.

Mina menduga, rangka manusia tersebut, adalah anaknya, Wanto. Kedatangan Mina direspon jajaran kepolisian. Sesuai rencana, Rabu (05/10) tes DNA akan dilakukan terhadap Mina, untuk mencocokkannya dengan rangka yang diketahui menggunakan slayer berlambangkan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Saat ditemui awak media usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik, ia merasa masih yakin jika rangka tersebut bukan anaknya. “Kontak batin anak dan ibu itu sangat kuat, dan keyakinan saya mengatakan itu bukan anak saya. Anak saya masih hidup saat ini, dan mengikuti kegiatan organisasi yang diikutinya,” ungkap Mina.

Komunikasi terakhir yang dilakukanya dengan anaknya melalui selular, Rabu (18/05) atau lima bulan lalu, dengan tujuan memberitahukan bahwa ia sudah mentransfer uang Rp. 1 Juta ke rekeningnya. Berbicang dengan anaknya, menanyakan soal kesehatan dan perkuliahan anaknya, juga sempat dilakukan saat itu. Berselang satu hari, komunikasi antara Mina dan anak putus, hingga kini. Mina berupaya menghubungi teman-teman anaknya. “Tapi tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaan anak saya, saya juga sempat mencarinya informasi lewat media sosial,” jelas Mina.

Namun, kondisi tersebut ternyata tak dilaporkannya ke pihak berwajib. Mina sendiri sudah beberapa hari di Gorontalo, mencari anaknya. Hingga kemudian, dia dapat infomasi soal penemuan rangka manusia di Leato. “Kami akan mengikuti proses tes DNA yang diminta pihak Mapolres Gorontalo Kota, dan semuanya kami serahkan pada pihak berwajib,”tutur Mina.

Sementara itu Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto SH. SIK, mengatakan, tes DNA ini akan berlangsung Rabu (05/10), dan hasilnya tidak langsung diterima pihaknya dan Mina, akan tetapi harus menunggu waktu kurang lebih dua pekan. “Hasil tes ini akan di kirim ke Makassar untuk di uji Laboratorium, kami berharap hasilnya sesuai harapan bersama,” singkat Kapolres.

Sebelumnya, rangka manusia tanpa identitas ini ditemukan di bukit Leato tepatnya tak jauh dari Kantor Satker Pengawasan SDKP Gorontalo, Jumat (30/9). Belum diketahui, jenis kelamin dari mayat tersebut. Namun disamping tulang-belulang itu, ditemukan slayer biru UNG Fakultas Ekonomi. Mayat awalnya ditemukan oleh salah seorang warga setempat, sekitar pukul 10.00 Wita, dengan kondisi tinggal tulang belulang berbalut celana jeans warna biru. Disampingnya ada slayer biru, bergambar arah mata angin, bertuliskan UNG Fakultas Ekonomi. Sedangkan, tengkoraknya berada terpisah dari badan sekitar 8 meter. Tak jauh dari rangka mayat, ditemukan juga tas dukung warna hitam, dan kameja warna hitam, diduga milik mayat itu. (rg-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.