oleh

Dikes Temukan Tempat Jual Makanan, Tidak Steril

Rombongan dari Dinas Kesehatan Kota yang dipimpin Kadis Kesehatan Nur Albar, ketika melakukan  Sidak di salah satu tempat swalayan.(f/Abink).
Rombongan dari Dinas Kesehatan Kota yang dipimpin Kadis Kesehatan Nur Albar, ketika melakukan
Sidak di salah satu swalayan yang menjual makanan.(f/Abink).

RadarGorontalo.com - Berserakan, tidak steril serta tidak sesuai standar grade, itu yang ditemukan tim gabungan dari Dinas Peridagkop, Dinas Kesehatan serta Badan Lingkungan Hidup Kota Gorontalo. Ketika melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), Kamis (04/08) di empat tempat swalayan yang ada di Kota Gorontalo.

Seperti yang ditemukan di tim gabungan SKPD Kota Gorontalo di Swalayan Glael Megazanur, yang tempat pengelohan kuenya masih tidak steril. Yaitu, keu-kue yang siap saji dan masih dalam proses pendinginan, hanya terletak di atas lantai. Parahnya lagi, para pekerja yang ada di tempat itu, tidak mengenakan pakaian yang sesuai. Hal tersebut pun membuat Kadis Kesehatan Kota dr. Nur Albar, menyoroti para pekerja itu. Dengan cara memberikan teguran, agar para pekerja ini tidak lagi mengulangi temuan tersebut. “pakaian mereka masih belum memenuhi standar, seperti tidak mengenakan topi khas juru masak.

Nah, hal ini khawatirnya tanpa mereka sadara, di tengah disibukkan dengan aktivitas, keringat mereka jatuh diatas adonan yang masih diolah,”terang Nur Albar. Kemudian, usai dari situ, tim gabungan ini bertolak ke super market Karsa Utama. Di super market ternama ini kata Nur Albar, adalah kali kedua timnya melakukan sidak. Yang pertama timnya menemukan ada salah satu manakan, yang tidak dilengkapi dengan nomor IPRTP. Nah, dari sidak yang berlangsung Kamis Kemarin itu, tim gabungan ini menemukan temuan yang sama.

Yaitu pihak Karsa Utama, masih menjual makanan yang tidak bernomor IPRTP. Kata Kadis Nur Albar, sebelunya pihaknya telah menegur pihak Karsa Utama sejak Bulan Juli kemarin. Namun dari temuan itu, rupanya teguran yang diberikan Dinas Kesehatan itu, tidak diindahkan Karsa Utama. Sehingganya, Dinas Kesehatan yang menangani langsung kasus seperti ini, langsung mengambil tindakan, peneguran keras yang ke dua kalinya. “Ini merupakan teguran ke dua dari Dinas Kesehatan, jika masih ditemukan lagi hal yang sama, kami akan mengambil tindakan tegas. Karena menurut kami, dampak dari kelalayan ini nantinya akan merambat ke masyarakat,”tegas Nur Albar. Selain itu, ada yang menarik dari sidak tersebut. Yaitu ketika tim gabungan ini melakukan sidak di restoran Solaria Kota Gorontalo.

Betapa tidak, tim yang dipimpina Kadis Kesehatan ini, ketika hendak masuk ke dapur restoran, sempat tidak diizinkan masuk oleh seornga karyawan restoran itu. “Jangan dulu masuk ibu, lagi mau dibersihkan dulu,”ucap gadis berhijab itu pada Kadis Kesehatan di depan pintu. Mendegar kalimat itu, tanpa menunggu lama, Kadis dan rombongan bergegas masuk ke dalam dapur. Alhasil, dalam dapur restoran itu ditemukan beberapa makanan masih berceceran dan tidak teratur. “Dalam kulkas tempat sayur, kami temukan ada dua payung,”tutur Nur Albar. Usai menyisir dapur Restoran Solaria, dan memberikan teguran pada karyawan serta manajer restoran itu. Tim gabungan ini melanjutkan tugas mereka, dengan mendatangi tempat pengolahan kue yang ada di Hyper Mart. Ungkap Nur Albar, diawal kedatangan timnya di tempat itu, belum menemukan temuan. Namun, setelah menyisir bebarapa tempat penimpanan bahan makanan di tempat itu, tim ini menemukan satu bahan makanan yang tidak layak digunakan. Karena bahan makanan itu kata Nur Albar, dikemas dalam kaleng yang sudah berkarat bagian atasnya. “jika kaleng itu dibuka, maka secara otomatis karat yang ada dibibir penutup kaleng itu, jatuh ke bahan makanan.

Nah, dampak dari karatan itu, akan berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat,”ungkap Nur Albar. Tambah Nur Albar, ada 200 tempat usaha belum memiliki grade A, semuanya masih garde B dan C. “Kami menghimbau pengusaha makanan dan minuman agar berkonsultasi dengan pihak Dinas Kesehatan bidang Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan (P2PL). Untuk meminta bagaimana syarat-syarat suatu usaha yang berhubungan dengan makanan, dan minuman bisa higienis,”pungkas Nur.(rg-62)


Jangan Lewatkan

Komentar