oleh

Dinas Kesehatan Kabgor Gelar Rakor Pencegahan pengendalian Covid-19

-rgol.id-257 Pengunjung

RGOL.ID.GORONTALO – Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo mengelar Rapat koordinasi pelaksanaan pencegahan dan Pengendalian covid -19, Senin (14/06), di Swiss-Belhotel, Kota Manado.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Gorontalo Nelson Pomingo. turut hadir Sekda Ir. Hadijah U Tayeb dan sejumlah Pimpinan OPD, camat dan kepala Puskesmas se Kabupaten Gorontalo sebagai peserta.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana kontrol dan evaluasi dalam penanganan covid -19 di Kabupaten Gorontalo.

Karena itu, Ia berharap, tak hanya dinas kesehatan yang melakukan evaluasi namun semua pihak OPD mengevaluasi gerakan penanganan covid -19 tersebut.

” Lakukan evaluasi yang selama ini dilakukan.tidak sekedar pencegahan tapi juga pengendalian,” Harap Nelson.
Covid -19 tak kunjung usai, maka kita perlu bertekad dan membuat terobosan program pengendalian covid itu.

“Kita bertekad dan membuat program strstegi lagi. Dan itu yang saya minta setelah kembali dari sini, paling utama konsistensi kita melakukan pencegahan,” Imbuh Nelson.

Sementara itu, Dalam laporannya, Kepala dinas Kesehatan, Roni Sampir mengatakan, hari ini adalah evaluasi pengendalian dan pencegahan covid-19 di Kabupaten Gorontalo.

“Tadi, kami sudah memaparkan data-data, kondisi covid -19 yang dua hari ini mengalami kenaikan walaupun masih dibawah tapi target WHO sudah membaik,” kata Roni Sampir.

Kemudian, dengan rapat ini menjadi dasar pengambilan kebijakan selanjutnya untuk bagaimana pencegahan dan pengendalian covid -19 di Kabupaten Gorontalo termasuk vaksinasi.

“Makanya tadi, ini merumuskan langkah-langkah strategis kedepan bagaimana pencegahan covid -19 dan pencapaian target vaksinasi di Kabupaten Gorontalo” jelas Roni.

Roni pun menyampaikan,vaksinasi bagi ASN Di Kabupatem Gorontalo sudah mengalami peningkatan.
” Walaupun kemarin baru 34 persen namun hari ini mengalami peningkatan mencapai 40 persen,” Pungkas Roni Sampir.

Jumlah tersisa masih 60 persen dan itu masih banyak. Sementara kita tau ASN itu adalah pelayan publik.
“ini yang kita khawatirkan ketika yang 60 persen itu belum divaksin maka ini bisa menular kemana-mana. Maka tadi, disampaikan pak Bupati dua kata kunci pencegahan covid-19 yakni konsistensi dan ketegasan kepada yang tidak mau divaksin,” Ujar Roni.

Kendala apa yang dihadapi? Memang untuk vaksinasi ada beberapa kendala.terkait kesehatan misalnya, Kontra edikasi
Tapi ini tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan yang belum atau tidak mau divaksin.

” Kami di lapangan sering menemui orang yang tidak mau divaksin sama sekali. Nah, ini juga memang selama terbangun opini karena berbagai hoax. Nah inilah tantangan kita, tapi kita terus berupaya untuk sosialisasi menyakinkan kepada masyatakat bahwa vaksin sangat bermanfaat untuk pencegahan covid -19,” tandasnya. (Qn)


Komentar