oleh

Dinkes Berhasil Turunkan Angka Kematian Ibu

-Kota Gorontalo1, Nasional, news-253 Pengunjung
Dr Nur Albar

RadarGorontalo.com -Dinas kesehatan Pemkot Gorontalo, terus melakukan berbagai upaya dan terobosan, dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Penegasan ini disampaikan Kadis Kesehatan, dr Nur Albar, terkait dengan target RPJMD Kota Gorontalo dan RPJMN. ” Kita sangat menseriusi program terhadap penurunan angka kematian ibu dan anak, dalam rangka mewujudkan generasi unggul imaa yang akan datang,” ujar dr Nur Albar.

Menurutnya, pihaknya tetap memegang komitmen Pemkot Gorontalo, yang tertuang pada RPJMD, dalam rangka meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat, sasaran pokok yakni penurunan tingkat kematian ibu dan anak.

Pada tahun 2017 prosetase kematian ibu dan anak cukup baik, yakni berada pada rumus 175 Per100.000 kelahiran hidup.

Demikian juga pada tahun 2018, target yang dicapai sangat memuaskan, yakni 120,1 Per100.000 kelahiran hidup. Lebih lanjut dr Nur Albar menjelaskan, pada tahun 2018 hanya terjadi 5 kematian ibu dari dari 4164 ibu melahirkan.

Jika dikonversi dengan rumus Per100.000 kelahiran hidup, maka capaian kita pada tahun 2018 sebesar 120,1, dengan demikian target yang kita akan kejar tinggal 0,1 persen dari target RPJMD tahun 2018, yakni 120 Per100.000 kelahiran hidup.

Walaupun tahun 2018 pihaknya telah meraih target, namun dr Nur albar tetap akab melakukan berbagai upaya dan terobosan, dalam menurunkan angka Kematian ibu dan anak, terutama dalam mewujudkan generasi unggul Indonesia.

Salah satu kendala yang dihadapi Dinas kesehatan yakni, namyak ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada usia kandungan 3 bulan, sebagian besar ibu hamil baru memeriksakan kandunganya pada usia kandungan 5 atau 6 bulan.

Kondisi ini sangat menyulitkan, karena upaya deteksi dini terhadap kondisi awal kehamilan telah dilewati. ” Jika memeriksakan usia kehamilan 3 bulan.

Maka sangat mudah bagi dokter mengetahui kondisi janin dan ibu hamil,” pungkas Nur Albar. (RG-22)


Komentar