oleh

Dino Gobel: FPDL 2020 Harus Lebih Baik

-Headline, Pariwisata-280 Pengunjung

RGOL.ID (Gorontalo) – Tidak masuknya Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) dalam daftar top 100 even Pariwisata Indonesia tahun 2020 bukan berarti ‘kiamat’.

Malah dengan tidak masuknya FPDL mestinya menjadi cambuk bagi seluruh pemerhati Pariwisata Gorontalo agar lebih padu dalam mengelola even pariwisata di seluruh Provinsi Gorontalo. “Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan seluruh insan pariwisata tidak perlu kecewa.

Tidak masuknya FPDL 100 even Pariwisata bukan berarti apa yang sudah dilakukan sekarang ini terhenti. Karena selain Gorontalo, masih ada daerah lain yang tidak terakomodir di tahun ini,” ujar Dino Gobel, Liason Kementerian Pariwisata bidang Pengembangan Pasar Tiongkok.

Dicontohkannya, Sulteng, Festival Teluk Tomini Pemda Kabupaten Parimo tahun depan tidak masuk. Demikian juga Festival Baliem Wamena. Padahal setiap tahun, CEO-nya komitmen mengeluarkan anggaran Rp16 miliar dari APBD.

Yang patut disyukuri Gorontalo masih ada dua even yang terakomodir dengan demikian FPDL, dan masih bisa menjadi bagian Pariwisata rutin di Gorontalo disesuaikan dengan dua event tesebut.

Dino Gobel putra berdarah Gorontalo itu menegaskan, Pemda Kabupaten Gorontalo dan daerah lain di Gorontalo mesti belajar dari kakaknya Sulut yang berhasil meloloskan 4 even dari awalnya hanya 2, lalu naik 3 dan menjadi 4.

Kuncinya harus solid antara Kabupaten/Kota dan Pemprov. “Jujur melihat semangat para pelaku pariwisata, khususnya Bupati, Walikota, Gubernur dan para kadis di Gorontalo itu sudah sangat bagus, tinggal bagaimana menyatukan persepsi dan koordinasi,” kata Dino lagi.

Dan satu yang harus diperhatikan syarat-syarat yang telah ditetapkan para kurator COE Kementerian Pariwisata. Karena para Kurator itu bukan orang sembarangan dan sudah 4 tahun mereka menjalani profesi itu.

Para kurator itu diketuai langsung oleh Denny Malik, Mas No (Koregrafer almarhum Michael Jakson dan Madona), dan Don Kardono, wartawan senior mantan Pemrednya Indo Pos.

“Tidak perlu saling menyalakan dengan belum masuknya FPDL tahun depan. Benahi saja apa yang dirasakan masih kurang. Maju bersama, kejadian di Kabupaten Gorontalo itu lumrah dan dialami oleh daerah lain seperti Sulteng dan Papua,” ujar Dino Gobel lagi.

“Ayo Gorontalo lebih solid lagi, Pemda harus saling koordinasi agar kebijakan masing-masing daerah dalam pengembangan pariwisata saling terkait.

Destinasi wisata selain potensi alam, juga harus kembangkan seni dan budaya. Selain itu, tentunya sarana transporasi dan penginapan serta fasilitas lainnya. Gorontalo punya potensi luar biasa dalam pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya saat meluncurkan Calendar of Events 2020 mengatakan, ratusan even pariwisata yang diusulkan daerah dari 34 provinsi di seluruh Indonesia, kemudian di kurasi oleh tim kurator Kemenpar untuk ditetapkan sebagai 100 COE Wonderful Indonesia 2020. Dari 100 even tersebut kemudian dipilih lagi menjadi Top 10 COE 2020.

Keseluruhan even yang masuk dalam COE 2020 akan mendapatkan pendampingan, dan dukungan promosi media, serta dukungan penyelenggaraan pada saat event berlangsung. Hal ini dilakukan agar memiliki nilai jual yang lebih menarik bagi wisatawan untuk berkunjung. (sahril-20)


Komentar