oleh

DR. Idji: Tidak Benar UMG Punya Hutang

-Kab. Gorontalo, Kampus-311 Pengunjung

RGOL – Pihak lembaga perguruan tinggi Universitas Muhamadiyah Gorontalo atau UMG berencana akan mensomasi dan menempuh jalur hukum atas pemberitaan Salah satu media online, Yang menulis bahwa kampus itu berhutang pada salah satu kontraktor dijaman Prof Nelson.

DR. Rusli Abdurrahman Idji selaku Ketua Pembangunan gedung membantah akan isi berita tersebut. ” Itu bohong. Ada bukti-bukti kwitansi pembayarannya, lengkap ditandatangani langsung oleh Rahman itu diatas materai, ” tukas DR. Idji. Rahman kata ia, adalah ARA pada berita itu, yang merupakan singkatan Abd. Rahman Arsyad.

Pihak UMG yang memperlihatkan rincian kwitansi pembayaran pekerjaan gedung Rusli-Idris, yang lunas tanpa hutang kepada pekerja inisal ARA. (Foto:dok)


DR. Idji malah menyayangkan bahwa dirinya diminta diwawancarai akan hal itu (konfirmasi) namun sayangnya pernyataannya tidak ada dalam pemberitaan. ” Saya merekam pak ya, silahkan, ” kata DR Idji mempersilahkan. Dan bukan hanya itu, takkala membuat janji untuk bertemu dikampus, oknum pewarta ini malah tak datang, untuk diperlihatkan bukti-bukti pembayaran. ” Padahal nomor saya sudah diminta, ” heran DR. Idji.

Alhasil bendahara UMG Ramlah, saat ditemui membeberkan salinan kwitansi itu untuk dirinci, dimana ditahun 2015 ada 4 kali pembayaran, masing-masing Rp.180.625.000, Rp. 150.000.000, Rp.150.000.000, Rp.100.000.000 Sedangkan untuk tahun 2016 ada 4 kali pembayaran, Rp. 100.000.000, Rp.100.000.000, Rp. 100.000.000, dan terkahir pelunasan CCO (tambah kurang) Rp.122.500.000 yang kala itu kerabatnya yang mengambilnya bernama Taufik.

” Jadi ada rincian pelunasan dari tahun 2015 hingga 2016 totalnya ada Rp.903.125.000 Jadi sudah selesai. Tidak ada lagi hutang, ” ungkap Ramlah Alkatiri yang kala itu menjabat sebagai Kepala Biro Umum Dan Keuangan UMG

Disisi lain Warek II Drs. Syamsudin N Tuli,.M.Si mengatakan, apa yang telah menjadi isi pemberitaan di salah satu media itu tidaklah benar adanya. ” Semua tidak betul, kebetulan saya pada saat itu koordinator pembangunan di sini saya tahu persisnya bagaiamana perjalanan pembangunan gedung itu hingga proses proses pembayaran, ” tegasnya.

Untuk itu pihak kampus UMG bersepakat akan membawa persoalan ini keranah hukum, sebab selain hak konfirmasi kami tidak diberitakan membantah adanya piutang itu, dan hal ini sudah mencemarkan nama baik kampus UMG secara institusi, meski kala itu dipimpin oleh Prof. Nelson. ” Ya, sesegera mungkin kita akan rapat, mengundang para kuasa hukum kami (UMG), untuk melaporkan hal ini sebagai pencemaran nama baik kampus.

Karena akibat itu pula kami mendapat telpon dimana mana, bahkan forum perguruan tinggi muhamadiyah dibeberapa daerah menanyakan hal ini. Kami akan menempuh jalur hukum, ” tegas DR. Idji yang juga diamini Ibu Ramlah. (RG. 53)


Komentar