Dua Tahun Pascapandemi, Gorut Review Dokumen Jitupasna

RGOL.ID, GORUT – Sebagai instrumen pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam penyusunan program terhadap kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah bencana, dokumen Jitupasna (Pengkajian kebutuhan pascabencana) penting disiapkan.

Dan sejak 2019 silam, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut) telah menyusun dokumen rencana aksi tersebut.

Dokumen itu kemudian perlu dilakukan review di setiap tahunnya disesuaikan dengan perubahan kebutuhan dampak bencana.

“Seperti kita ketahui, setiap tahun, terhadap dokumen Jitupasna itu, harus dilakukan review. Dan Gorontalo Utara, sejak 2019, nanti sekarang diadakan review disebabkan karena adanya bencana non alam (pandemi Covid), sehingga kami tidak sempat melakukan review,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorut, Asri Ode di sela-sela Pembekalan Tim Assessment Jitupasna dan review dokumen Jitupasna 2019, di Hotel Damhil, Kota Gorontalo, Sabtu (06/08/2022).

Dokumen tersebut, lanjut Asri, sangat dibutuhkan daerah. Bukan hanya BPBD sebagai leading sektor penanggulangan bencana. Namun, dibutuhkan hampir di semua sektor.

“Contohnya bantuan untuk perumahan dan permukiman bagi warga terdampak bencana. Sekalipun bantuan itu berasal dari pemerintah provinsi maupun pusat, tetap dokumen Jitupasna menjadi syarat utama,” terangnya.

Ia pun berharap, dengan adanya pembekalan Tim Assessment Jitupasna akan lebih mendapatkan masukan-masukan dan pemahaman terkait penanggulangan bencana.

“Dan tentu saja, keterampilan dalam melakukan proses penyusunan dokumen ini,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Gorut, Rully Tanaiyo mengatakan, di samping pembekalan Tim Assessment Jitupasna, selanjutnya akan dilakukan review dokumen Jitupasna.

“Nah, tim ini yang nantinya akan membahas untuk mereview dokumen tersebut. Sehingga nantinya, dokumen Jitupasna yang telah direview menjadi acuan pengambilan kebijakan terhadap program kegiatan pascabencana di Kabupaten Gorontalo Utara,” ungkap Rully.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Gorut, Suleman Lakoro itu menghadirkan trainers dan tim ahli dari UNG dengan peserta para asistensi lapangan dan asistensi analisis dan kajian kebutuhan pascabencana. (ind-56)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar