Dugaan Korupsi Dana Hibah Tahun 2020, Eks Ketua KONI Kabgor Jadi Tersangka

GORONTALO (RGOL.ID) – Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif, Polda Gorontalo secara resmi menetapkan IPH alias Helmi Hipi sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Tahun Anggaran 2020.

IPH merupakan mantan Ketua KONI Kabupaten Gorontalo periode 2016-2020. Penetapan tersangka disampaikan Wakil Direktur Ditreskrimsus, AKBP Fahmudin, didampingi Kasubdit Tipikor, Kompol M. Khalid Zulkarnaen, dan Kaur Penmas Polda Gorontalo AKP Heny Rahayu, melalui konferensi pers, Rabu (10/8/2022).

Fahmudin menyampaikan IPH diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan sengaja melakukan penyelewengan dana hibah KONI dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak sesuai dengan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). “atas perbuatan tersangka, kerugian negara mencapai Rp. 357.030.050, dari total dana hibah sebesar Rp. 1,5 miliar,” jelasnya.

Fahmudin juga menjelaskan rincian penggunaan dana hibah yang tidak sesuai NPHD tersebut, diantaranya pinjaman sebesar Rp. 100 juta untuk digunakan menebus mobil pribadi IPH sebesar Rp. 70 juta.

Berikutnya penggunaan dana hibah untuk perjalanan anggota Musisi Seniman Gorontalo (MSG) ke Palu, dalam rangka kegiatan pembukaan cafe milik IPH senilan Rp. 20 juta.

Kemudian penggunaan dana hibah untuk kegiatan pembuatan video clip saudara IPH senilai Rp. 1 juta rupiah dengan beberapa kali pengambilan gambar video, serta penggunaan dana hibah untuk kegiatan MSG dibeberapa lokasi senilai Rp. 250 juta.

“IPH juga menerima dana dari Vicry Akbar Naue hasil dari sewa sound sistem tanpa sepengatahuan KONI, sehingga ditemukan IPH menggunakan dana hibah terebut tidak sesuai dengan NPHD,” ungkapnya.

Lebih lanjut Fahmudin menegaskan, IPH juga memerintahkan Sofyan Henga selaku Bendahara Umum KONI Kabupaten Gorontalo periode 2016-2020 untuk membuat pertanggung jawaban yang tidak sesuai dengan realisasi pengeluaran sebenarnya.

“Hasil pemeriksaan dana hibah KONI Kabupaten Gorontalo tahun anggaran 2020 menunjukan bahwa dokumen pertanggung jawaban keuangan atas realisasi penggunaan dana hibah tersebut disusun tidak sesuai dengan realisasi pengeluaran sebesar Rp. 357.030.050, berdasarkan laporan pemeriksaan investigasi perhitungan kerugian negara oleh BPK RI,” tuturnya. (LaAwal-46)


Jangan Lewatkan

Komentar