Dukung Narkoba Dalam Kurikulum Sekolah

Hari Anti Narkoba Internasional yang digelar Kamis (13/7)

RadarGorontalo.com – Upaya pencegahan narkoba harus dilakukan sejak dini. Ada baiknya, pembelajaran tentang narkoba itu, tak cuma sebatas sosialisasi tapi juga dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Di sejumlah daerah pun, sudah mulai menerapkan hal tersebut.
Narkoba masuk dalam lingkungan sekolah, bukan lagi hal baru. Walaupun jumlahnya sangat sedikit, namun hal ini sangat mengkhawatirkan. Bahkan, beberapa waktu lalu, pihak aparat pernah mengungkap keterlibatan seorang siswi salah satu sekolah, yang jadi kurir narkoba. Itu artinya, para pengedar mulai memanfaatkan kepolosan para siswa untuk melancarkan operasi mereka. Tidak sedikit juga para siswa, kedapatan menghirup lem tertentu yang memiliki efek seperti menggunakan narkoba. Bahkan, tahun 2016 sempat terungkap puluhan siswa salah satu SMP di Kota Goroontalo, mencoba meracik narkoba oplosan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat.

Ketidaktahuan para siswa tentang bahaya dan jenis-jenis narkoba, tak cukup hanya dengan sosialisasi tapi juga harus menjadi salah satu mata pelajaran yang mereka pelajari di sekolah. Harapannya, semakin banyak mereka tahu tentang bahaya narkoba, maka semakin kecil peluang pengedar menjebak mereka masuk dalam lingkaran narkoba.

Dukungan agar pengetahuan tentang narkoba dan bahayanya masuk dalam kurikulum, datang dari first lady Provinsi Gorontalo Idah Syahidah. Menurutnya, penanganan narkoba tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke penegak hukum, semua elemen harus terlibat. Mulai dari orang tua, masyarakat hingga pihak sekolah.

Dirinya pun sepakat, kalau narkoba dimasukkan dalam kurikulum sekolah seperti yang sudah diterapkan di daerah lain. “Saya rasa manfaatnya akan sangat besar kepada para siswa yang akan menambah pengetahuan mereka sehingga mereka bisa terhindar dari bahaya narkoba dan bila perlu di tingkat PAUD pun hal ini bisa di sosialisasikan,” ungkapnya.

Soal penanganan pemberantasan narkoba sendiri, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rachmat Fudail pun memberikan peringatan keras. Dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Kamis (13/7), Kapolda menegaskan aparat tidak akan memandang bulu dalam pemberantasan narkoba. Siapapun dia, baik pengguna, pengedar ataupun bandar, jika terbukti maka akan disikat.

Selain kesiapan aparat, Polda Gorontalo sendiri terus menambah kekuatan dalam perang terhadap narkoba. Nantinya, dalam setiap operasi, aparat didampingi tiga anjing pelacak yang punya kemampuan dalam melacak barang haram itu. dua ekor jenis Ras Belgian Melanois dan satu ekor jenis German Xpert.

“Jadi bagi masyarakat Gorontalo jangan coba-coba jadi pengedar Narkoba kalau tidak mau berurusan dengan Unit Satwa Anjing yang dimiliki oleh Dit Sabhara Polda Gorontalo,” tegasnya. (rg-25/rg-60)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.