oleh

Emosional, Gubernur Minta Mensos Risma Jaga Sikap

-Headline-221 Pengunjung

Gorontalo (RGOL) – Ada dua darah yang mengalir di tubuh Rusli Habibie, darah Habibie yang tenang dan darah Sidiki yang keras, meledak-ledak. Pastinya dua darah ini punya sikap yang selalu membela kawan. Dulu Rusli sering mengajak berkelahi sejumlah pemimpin politik gara-gara membela temannya, apalagi kalau sudah bicara soal rakyat.

Bukan Rusli kalau diam saja melihat rakyatnya diperlakukan semena-mena di depan umum. Apa yang dilakukan Menteri Sosial Tri Rismaharini terhadap seorang warga Gorontalo kemarin benar-benar telah membuat Rusli Habibie tersinggung berat melihat sang Menteri mencak-mencak dan berlaku kasar pada rakyatnya. Bagi RH, sikap seperti itu tak patut dipertontonkan, apalagi oleh seorang Menteri dan juga  seorang ibu.

Risma telah memberi contoh buruk. Bagaimana mungkin seorang pejabat negara bisa  bersikap seperti itu. “ketika melihat  video, saya tidak menyangka kalau seorang Menteri bisa bertindak sangat kasar seperti itu,” kata Rusli. Rusli kemudian  mengingatkan Risma untuk menjaga sikap di depan rakyat, terlebih saat berkunjung ke kampung orang. RH sangat sedih, matanya berkaca-kaca saat melihat Risma dengan keangkuhannya menunjuk-nunjuk dan memarahi pendamping PKH.

“pangkat, jabatan harus kita jaga, tidak ada artinya pangkat ini, semua kita tinggalkan, kalaupun dia salah, laporkan pada kami, tetapi jangan diperlakukan seperti itu di depan umum,” tambahnya. Untung saja Gubernur tak mendampingi Risma saat itu, karena sedang mendampingi Menteri Ekonomi ke Kabupaten Boalemo. Bayangkan bagaimana jadinya kalau peristiwa itu disaksikannya secara langsung.

Dari penjelasan pendamping PKH yang ditunjuk-tunjuk Risma itu, sepertinya Risma jadi berang karena pendamping PKH menyampaikan kalau ada warga yang terdata tapi saldonya kini tidak pernah lagi terisi. Banyak nama-nama yang  saldonya kosong karena informasinya sudah di coret.

“boleh lah emosi tapi jangan kelakuan seperti itu dong, itu pegawai saya, meskipun dia pegawai bawahan, tapi manusia juga, saya alumni STKS, tahun 80-an sudah kenal Menteri Nani Soedarsono, para Dirjen, tapi tidak ada yang sikapnya begitu, saya tersinggung, saya enggak terima,” ketusnya.

Secara khusus, Gubernur Rusli meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi sikap Risma yang dalam banyak kesempatan selalu emosional. Apalagi aksinya kadung viral dan buat heboh warga Gorontalo. “tolonglah, mumpung Pak Presiden juga bisa lihat di Youtube, dimana-mana sudah ribut, kiranya memperingati stafnya karena seperti itu,” pungkasnya. (rg-25)


Komentar