oleh

Fakta Persidangan GORR. Aneh, Hanya AWB Bertangung Jawab

-Kriminal-520 Pengunjung

GORONTALO (RGOL)–Keterangan Sri Wahyuni Dang Matona sebagai saksi dalam kasus GORR. Makin membuktikan kalau tersangka AWB alias Asri bukan satu satunya orang yang bertanggung jawab dalam proses pencairan pengadaan tanah Gorontalo Outer Ring Road (GORR).“

Semua aspek teknis verifikasi justru bukan kewenangan, dan tanggung jawab AWB alias Astri. Tapi tanggung jawab dari Sri Wahyuni selaku PPTK. Karena selaku PPTK punya kewajiban melakukan proses pengecekan terhadap dokumen.

Bahkan AWB selaku kepala biro pemerintahan (KPA) tidak akan tandan tangan, sebelum ada paraf dari PPTK dalam hal ini ibu Sri Wahyuni Daeng Matona.

Itu menunjukan pentingnya peran dari PPTK. ’ tegas kuasa hukum terdakwa AWB alias Astri Andi Syafrani SH,Josep Panjaitan SH dan Agung Wahyu Ashari usai persidangan Kamis 18/2 kemarin di pengadilan Tipikor Gorontalo.

Keterangan Saksi Sri Wahyudi Daeng Motana di hadapan majelis hakim dan JPU. Menegaskan semua proses validasi dan verifikasi itu kewenangan BPN. “ Jadi pencairan yang dlakukan Pemprov.

Hanya bisa setelah mendapatkan proses validasi dari BPN . Tanpa validasi dari BPN tidak mungkin akan ada pembayaran. Disini jelas, jusru BPN mempunyai peran signifikan.

Karena ini pengadaan lahan, bukan pengadaan barang dan jasa. Proses pengadaan lahan sesuaui aturan yang punya tanggung jawab kunci adalah BPN, karena dokumen dokumen yang divalidasi adalah dokumen tanah. Dimana dokumen tanah ini yang bisa menentukan adalah BPN,’ ujar Andi Syafrani.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *