oleh

Gegara Pandemi, Tukang Cukur Di Pohuwato Merangkap Jadi Guru

-Gorontalo, Pendidikan-741 Pengunjung

POHUWATO (RGOL.ID) – Di tengah kondisi pandemi covid-19 saat ini, proses pembelajaran terhadap peserta didik secara virtual atau daring menjadi satu-satunya solusi yang bisa dilakukan agar peserta didik tersebut tetap mendapat ilmu pengetahuan sekaligus tetap terhindar dari penyebaran virus mematikan, Covid-19.

Namun tidak bisa dipungkiri, proses pembelajaran dari rumah secara daring ini tidak maksimal sebagaimana proses pembelajaran yang dilakukan secara bertatap muka langsung di lingkungan sekolah.

Selain itu, bagi peserta didik yang tidak memiliki gawai juga menjadi salah satu masalah yang sering ditemukan ditengah upaya proses pembelajaran secara daring tersebut.

Akibat pandemi dan tidak maksimalnya proses pembelajaran secara daring, kadang membuat peserta didik merasa jenuh lantaran telah banyak menghabiskan waktunya untuk bermain.

Melihat kondisi itu terjadi dilingkungan rumahnya di Desa Dambalo, Kecamatan Popayato, salah seorang pemuda yang berprofesi sebagai tukang cukur rambut pria ( Barbershop), Fery (25) tahun, menyempatkan waktu untuk meberikan pengetahuan yang ia miliki kepada peserta didik yang ada dilingkungan sekitarnya.

Kepada media ini, Fery pun menceritakan awal dirinya mulai melakukan aktivitas belajar yang ia lakukan di teras rumahnya, setiap pulang kerja usai sholat Magrib.

Awalnya kata Fery, saat itu dirinya tidak pergi kelokasi barbershop, lantaran hendak membuat tempat duduk untuk bersantai didepan rumahnya.

“Awalnya saya tidak masuk kerja karena membuat tempat duduk (Dego-dego) di depan rumah. Saat itu ada beberapa anak datang membantu saya,” Ujar Fery, Selasa (28/07).

Sebagai upah karena telah membantu kata Fery, dirinya menawarkan kepada sejumlah anak tersebut untuk mengajarkan cara menggambar/ melukis yang memang bisa dilakukan oleh Fery.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.