oleh

Gelar Adat Untuk Olahragawan, Taa Lo Tinepa Lipu Untuk Aloei Saboe

GORONTALO (RGOL.ID) – Siapa bilang Adat Gorontalo tak pernah menganugerahi Gelar Adat pada olahragawan. Seperti diketahui adat Gorontalo hanya diberikan kepada khalifah tokoh tertentu saja.

Tetapi Adat Gorontalo ternyata sangat menghargai prestasi putra putranya. Buktinya dr. Aloei Saboe, putra terbaik Gorontalo, pada 1935  diberi gelar adat atas prestasinya di bidang olahraga.

Ceritanya begini, pada masa itu anak Gorontalo yang satu ini kuliah kedokteran di Surabaya dan di sana dia ikut Club BRIDGE sekolah Kedokteran Surabaya (yang sekarang menjadi UNAIR).

Luar biasa memang, Aloe Saboe berhasil menjadi juara Zona Asia di Surabaya, pada pertandingan World Bridge yang berpusat di New York yang kebetulan Pimpinannya saat itu adalah Elly Cubertson yang merupakan seorang tokoh olahraga Bridge Dunia.

Dengan keberhasilan itu, Prof. Dr. dr. Aloei Saboe dalam kejuaraan saat itu, sempat mendapat penganugerahan adat yang dinobatkan oleh Dewan Adat saat itu sebagai¬† “TAA LO TINEPA LIPU” (Putra Terbaik Pengangkat Derajat Negeri).

Nah, sejarah ini mestinya bisa jadi pintu masuk bagi putra putra Gorontalo yang berprestasi di bidang apa saja termasuk olahraga untuk diberi gelar adat. “bayangkan tahun 1935 Lembaga Adat Gorontalo sudah berpikir begitu luas,” kata Mucksin Brekat.

Seperti diberitakan koran ini beberapa kali, baik politisi maupun pemerhati adat mengusulkan agar putra Gorontalo yang membawa nama harum Indonesia di ajang internasional layak diberikan Gelar Adat.

Nah, dengan adanya Gelar Adat yang diberikan pada Aloei Saboe, maka apa yang diperjuangkan Mucksin Brekat dan Ali Mobiliu nampaknya bisa terwujud.

Untuk melestarikan Gelar Adat yang diberikan pada Aleoi Saboe atas prestasi dunia di cabang olahraga BRIDGE, maka Gorontalo akan membangkitkan lagi cabang olahraga yang satu ini.

Hal itu ditandai dengan terbentuknya Pengcab GABSI (Gabungan BRIDGE Seluruh Indonesia). “insyaAllah dengan Kepengurusan kami saat ini bisa mengangkat derajat negeri untuk melahirkan Aloei Saboe – Aloei Saboe lainnya melalui cabor Bridge.

“Ini tentunya tidak mudah, tetapi insyaAllah akan mendapat dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat pencinta olahraga BRIDGE,” kata Mucksin.

Pengcab akan berusaha melahirkan atlit-atlit olahraga Bridge ke ajang nasional, bila perlu ke ajang internasional.

Mucksin juga mengatakan, Pengcab GABSI Kota Gorontalo siap berkontribusi untuk mendapatkan medali pada Liga Bridge Nasional maupun PON yang akan digelar nanti. “alhamdulillah kami Pengcab Bridge Kota Gorontalo sudah terbentuk susunan formaturnya yang insyaAllah akan segera dikukuhkan untuk mendapatkan legitimasi,” ungkapnya.

Adapun yang terpilih menjadi Ketua Pengcab GABI Kota Gorontalo adalah Dr. dr. Isman Yusuf, Wakil Ketua sekaligus sebagai Ketua Harian Mucksin Brekat, sekretaris, Ir. Karim Mudjarab, termasuk pelindung/penasihat adalah Walikota dan Ketua DPRD Kota Gorontalo. Setelah terbentuknya susunan pengurus formatur, diagendakan pengukuhan/pelantikan Pengcab Gabsi Kota Gorontalo.

Gabsi melaksanakan rapat yang dihadiri Ketua KONI Kota Gorontalo, Roy Hasiru, dan Ketua Pengcab GABSI Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Rifaldi Bahsoan. “insyaAllah dalam waktu dekat kami Pengcab Kota Gorontalo maupun Provinsi Gorontalo akan melakukan audiensi dengan Penjagub Gorontalo dan Walikota Gorontalo,” tuturnya.

Bridge merupakan sebuah cabang olahraga yg secara umum belum begitu familiar di masyarakat. Namun Bridge sebenarnya merupakan Cabor yang Sudah lama digandrungi oleh sebagian masyarakat, apalagi di tingkat siswa baik SMP, SMA bahkan sampai Perguruan Tinggi.

Bridge adalah salah satu cabang olahraga lama yang juga selalu dikompetisikan ditingkat nasional bahkan sampai ke ajang internasional. Dan dalam kompetisi tersebut, Gorontalo sering menjadi peserta bahkan beberapa kali menggondol medali. (LaAwal-46)


Komentar