oleh

Gencar Lakukan Sosialisasi, KPU Pohuwato Targetkan Partisipasi Pemilih Capai 86 Persen

-Pohuwato-61 Pengunjung

POHUWATO (RGOL.ID)- Jelang pemilihan kepala daerah yang akan digelar 9 desember 2020 mendatang, KPU Kabupaten Pohuwato terus melakukan sosialisasi PKPU nomor 6 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Walikota dan Wakil Walikota, serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam yakni Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Senin (24/08) di kantor Desa Bulangita Kecamatan Marisa.

Dalam sosialisasi itu KPU Pohuwato menghadirkan Anggota KPU Provinsi Gorontalo Divisi Perencanaan, Data & Informasi Sophian Rahmola dan Anggota KPU Pohuwato Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Musmulyadi Hunowu sebagai narasumberu yang menyampaikan materi sosialisasi kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Marisa, Panitia Pemungutan Suara Desa Bulangita, Aparat beserta Warga Desa setempat.

Musmulyadi Hunowu memparkan bahwa sosialisasi ini penting dilaksanakan sebab merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan pilkada serentak Desember 2020 nanti. Sosialisasi PKPU 6 Tahun 2020 ini juga kata dia dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pemilih pada pilkada tahun 20 yang ditergetkan mencapai 86 persen.

“Apapun yang kita lakukan, ending-nya kita harus sosialisasi terhadap masyarakat, dimulai dari penyelenggara, kemudian tokoh, ataupun perangkat desa,” Papar Musmulyadi

Dalam kondisi pandemi saat ini menurut Mulyadi pelaksanaan pilkada akan terasa berbeda dengan pelaksanaan pilkada pada sebelumnya, lantaran harus dilaksanakna dengan menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Olehnya kata dia KPU merasa perlu mensosialisasikan PKPU nomor 6 tahun 2020 kepada seluruh masyarakat terutama bagi yang terlibat langsung dalam Pilkada serentak tahun 2020.

Di forum sosialisasi yang sama, Sophian Rahmola Anggota KPU Provinsi Gorontalo Divisi Perencanaan, Data & Informasi memaparkan ihwal regulasi yang tertuang pada pasal 5 ayat (1) PKPU nomor 6 tahun 2020 yaitu : Pemilihan Serentak Lanjutan dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan penyelenggara Pemilihan, peserta Pemilihan, Pemilih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilihan.

“Inti dari PKPU nomor 6 Tahun 2020 adalah pelaksanaan Tahapan Pemilihan dengan menerapkan protokol kesehatan bagi penyelenggara, peserta pemilihan, pemilih, dan semua pihak yang berhubungan dengan Pemilihan Serentak Tahun 2020,” Paparnya

Lebih runut ia menjelaskan bahwa pasal-pasal dalam PKPU 6 Tahun 2020 telah mengatur secara rinci mengenai ketentuan penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja pada saat pertemuan tatap muka atau mengumpulkan banyak orang dengan mempertimbangkan kapasitas ruangan untuk setiap kegiatan dalam masing-masing tahapan penyelenggaraan Pemilihan, seperti sosialisasi, proses verifikasi faktual bakal calon perseorangan, proses coklit, rapat-rapat, pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon), kampanye, hingga pada proses pemungutan dan penghitungan suara (tungsura) dan lain-lain.

“Sasaran akhir dari PKPU nomor 6 tahun 2020 ini adalah bagaimana penyelenggara pilkada serentak pada 9 desember 2020 itu tidak dicederai oleh pandemi dan juga tidak menyebabkan penyebaran pandemi. Sehingga KPU tidak hanya menjadi penyelenggara tetapi juga menjadi garda terdepan sosialisasi pencegahan Covid-19,” Jelasnya (Tr-13)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.