oleh

Generasi Muda: “Politik Cuma Permainan Para Elit!”

Oleh :Cahayu Nazmiluthfyah Narayana.

Cahayu Nazmiluthfyah Narayana.
Mahasiswa Universitas Muhammadyah Malang

Dalam bukunya yang berjudul “Dasar-dasar Ilmu Politik” Miriam Budiardjo mengatakan bahwa politik adalah usaha untuk menggapai kehidupan yang lebih baik.

Politik di Indonesia sendiri menganut sistem pembagian kekuasaan sehingga pemilu menjadi salah satu pilar utama di Indonesia.
Rakyat memilih wakil-wakil rakyat untuk memimpin mereka selama kurun waktu yang telah ditentukan.

Para wakil rakyat ini akan memegang kekuasaan dan tanggung jawab yang besar untuk menjalankan pemerintahan.

Di negara ini kita memiliki banyak orang cerdas namun kita kekurangan orang-orang yang mampu bersikap jujur dan bertanggung jawab.

Politik yang ada di dalam pemerintahan kita tidak lepas dari oknum-oknum yang tidak mampu bersikap jujur dan menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan, salah satunya dengan cara memanipulasi masyarakat.

Menurut KBBI manipulasi adalah upaya kelompok atau perseorangan untuk memengaruhi perilaku, sikap, dan pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya. Hal ini kemudian membuat sebagian dari masyarakat kehilangan kepercayaan mereka terhadap pemerintah.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa manipulasi dan permainan kotor kerap terjadi di dalam dunia politik, hal yang awalnya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat pada akhirnya hanya menjadi bualan semata.

Ambisi akan kekuasaan menyelimuti para oknum ini hingga membuat mereka tidak segan melakukan apa pun untuk mendapatkan kekuasaan, karena inilah politik kerap dicap negatif oleh masyarakat.

Banyak dari masyarakat tidak ingin ikut campur dengan urusan maupun isu-isu politik tetapi tidak sedikit juga yang berani turun ke jalan untuk menyuarakan pendapat mereka, termasuk para generasi muda.

Para oknum ini membentengi demonstran dengan sejumlah aparat yang dapat berujung terjadinya bentrok, padahal suara dari para demonstran ini sangatlah penting untuk menggapai kehidupan bernegara yang lebih baik seperti tujuan dari ‘politik’ itu sendiri.

Perilaku para oknum yang tidak bertanggung jawab ini sudah seperti parasit yang sangat merugikan banyak orang. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya politik serta diiringi persepsi negatif terhadap politik membuat kita kesulitan untuk memberantas para oknum.

Akan tetapi kita dapat memberikan pengetahuan sejak dini tentang makna politik yang sebenarnya kepada masyarakat, salah satu contohnya adalah dengan pemilihan anggota dan pembentukan struktur organisasi di lingkungan kelas maupun lingkungan sekolah.

Kegiatan ini dapat menciptakan rasa familiar terhadap politik dan memunculkan persepsi yang lebih positif. Selain secara tidak langsung dapat memberantas para oknum, hal ini dapat mencegah generasi muda berubah menjadi ‘oknum’ ketika mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin.

Tidak dapat di pungkiri banyak dari generasi muda yang notabene adalah penerus bangsa sama sekali tidak tertarik dengan politik. Mereka berpikiran politik hanyalah permainan para elit, membosankan, dan tidak berpengaruh apa-apa terhadap kehidupan mereka.

Sebenarnya pemikiran mereka terbentuk karena pengamatan mereka tentang dunia politik saat ini. Namun mereka adalah tonggak pembangun bangsa sehingga pemikiran seperti ini harus diluruskan, karena jika bukan mereka siapa lagi yang nantinya akan menjadi pemimpin.

Sejak dahulu generasi muda memegang peranan penting di negara kita, kemerdekaan yang kita rasakan saat inipun tidak luput dari peran para pemuda terdahulu. Ambisi positif para pemuda seperti saat berjuang untuk mendapatkan kemerdekaanlah yang diharapkan tumbuh dalam diri setiap pemuda, bukan ambisi akan kekuasaan.

Generasi muda saat ini adalah calon-calon pemimpin yang akan menjalankan negara ini di masa depan, dan tentunya kita semua menginginkan pemimpin yang jujur serta bertanggung jawab terhadap tugasnya. (*)


Komentar