oleh

Partai Golkar Bisa Mengandalkan Syarief

-Headline, Politik-253 Pengunjung

Signal Syarif Mbuinga hanya sampai di Tangkobu. Begitu kata lawan-lawan politiknya menggambarkan kekuatan Syarif di Pilgub. Artinya, tokoh yang akrab disapa Pasisa ini hanya berjaya di wilayah Barat, Boalemo dan Pohuwato.

Bupati dua periode ini memang punya pijakan yang sangat kuat. Dia benar-benar sangat didukung rakyat di dua Kabupaten bersaudara itu. Orang tua bertuah ini memang sangat diperhitungkan sebagai salah seorang Calon Gubernur, karena dia satu-satunya wakil dari wilayah Barat.

Jadi, meski kekuatannya digambarkan hanya sampai di jembatan Tangkobu, namun sesungguhnya mantan Ketua DPR Pohuwato dan juga mantan Aleg Deprov ini sangat populer di Gorontalo. Dengan kata lain, Syarief adalah politisi yang punya kelas Gorontalo, bukan sekadar populer di Pohuwato.

Ingat, Syarief adalah alumni Universitas Gorontalo, dan dia adalah Cagub pertama dari alumni UG. Selama ini belum ada Kepala Daerah yang alumni UG. Makanya jika Syarief maju di Pilgub, pasti signalnya sampai di Kabgor.

Jika Syarief mendapatkan pasangan yang tepat, maka mereka sulit dilawan. Syarief sudah punya modal besar menjadi Cagub, karena dia punya dukungan dari dua daerah, yakni Pohuwato dan Boalemo.

Makanya, jika dia bisa berpasangan dengan tokoh dari Kabgor atau Kota Gorontalo, maka siapa bilang signal Syarief hanya sampai di jembatan Tangkobu. Ketua Bappilu Golkar Gorontalo ini sangat berpeluang mendapatkan kendaraan Golkar.

Apalagi kalau surveynya sangat bagus, dan Syarief selalu mengatakan kalau dia baru berani maju di Pilgub kalau surveynya bagus, tanpa survey yang bagus, tentu tak mungkin bisa mendapatkan dukungan Golkar.

Ketika berbincang-bincang Jum’at malam kemarin, Syarief terkesan menghindar dari pembicaraan soal Pilgub. Padahal banyak kalangan meyakini kalau Syarief akan mendapatkan tongkat estafet dari Rusli Habibie, dan Golkar bisa mengandalkan Syarief. (awal-46)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.