RGOL.ID, GORONTALO – Prof. Dr. Lukman Laliyo, M.Pd, calon Dekan Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo memilih hati hati menjawab pertanyaan wartawan tentang visinya menjadi calon dekan FMIPA 2023-2027.

Profesor Lukman memilih menjelaskan bahwa visinya ke depan adalah mengekstraksi visi Rektor UNG Prof. Eduart Wolok, MT, menjadi lebih implementatif ke dalam Fakultas MIPA.

Saat berbincang ringan dengan awak media ini, mantan kepala Bappeda Bone Bolango ini menjelaskan visi pimpinan, di daerah misalnya harus turun ke dalam kebijakan, Program Kerja dan kegiatan di organisasi perangkat daerah (OPD) yang sebelumnya disebut dengan SKPD.

Menurut Lukman, di universitas pun harusnya, pimpinan unit, fakultas/jurusan dan lembaga sejalan seirama dengan visi rektor.

“Saya memahami bahwa memimpin lembaga pendidikan sebesar UNG, tidak mungkin bila Visi Rektor tidak memiliki koneksivitas dengan Fakultas/lembaga. Kalau anda mau tanya visi saya, maka saya tegaskan FMIPA mengesktraksi visi misi rector,” tegasnya.

Lukman, tidak mau terjebak pada penilaian bahwa pimpinan yang ada saat ini belum mampu mengekstraksi visi misi rektor.

Operasionalnya seperti apa yang anda pikirkan? Menurut Lukman Rektot UNG, Prof Eduart sangat visioner dan dibutuhkan untuk Gorontalo dalam tahun tahun mendatang.

Dalam pengamatan dan penilaian Lukman, kepemimpinan Eduart dapat dipandang dalam Dua hal, yaitu pertama kesungguhan dan optimism menjadikan UNG sebagai kampus kelas dunia atau go internasional dan yang kedua, kesadaran dan kecintaan agar UNG memberikan manfaat dan dampak yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat di kawasan.

“UNG adalah milik dan untuk masyarakat Gorontalo, tapi tidak boleh sebatas itu. Harus go Internasional,” katanya.

Dengan cara pandang demikian menurut Lukman, maka FMIPA yang memiliki stok SDM yang banyak dan beragam, harus siap dengan tantangan implementasi visi rector, tidak hanya berdaya saing dan unggul, namun juga familiar dengan setting global.

Langkah kearah impian Rektor tersebut menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango ini sudah dirintis setidaknya dalam Tiga model yang sedang dan terus dilakukan oleh Prof Eduart.

Apa saja itu? Sederhananya kata Lukman ada Tiga, yaitu pengembangan kawasan Teluk Tomini sambil terus menjaga kelangsungan ekosistem lingkungan, kedua, optimalisasi dan sinergitas Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan ketiga peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.

“Ketiga model yang sedang dikembangkan ini, harus dikerjakan secara trans disiplin keilmuan, namun Fakultas MIPA harus menjadi gerbong untuk riset-riset yang menawarkan solusi atas tingginya harapan masyarakat terhadap UNG,” pungkas Lukman.

Soal siapa yang menjadi dekan ke depan, Lukman menegaskan bahwa hal itu hak rektor sepenuhnya. (LaAwal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.