ilustrasi (Anwar/RG)
ilustrasi (Anwar/RG)

Poligami Urutan Terendah Penyebab Perceraian

RadarGorontalo.com – Percaya atau tidak, Gorontalo tiap tahunnya punya lebih dari seribu janda, yang tersebar di seluruh wilayah. Tertinggi di Kota Gorontalo. Data yang dimliki Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Gorontalo, sedikitnya ada 1417 kasus perceraian yang diputus selang tahun 2014, dan ditahun berikutnya 2015 menurun 1461 kasus.

Dari data itu, sebab perceraian tertinggi diakibatkan ketidak harmonisan yang menembus angka 568 kasus, tertinggi kedua adalah pasangan tidak bertanggung jawab, 237 kasus dan ketiga perhugelan alias selingkuh 218 kasus. Menariknya lagi, soal poligami yang menjadi perdebatan hingga saat ini, justru berada pada posisi terendah penyebab perceraian hanya 5 kasus.

data cerai -radar gorontalo
Dari data-data itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Provinsi Gorontalo Drs. H. Ahmad, SH, MH, yang ditemui kemarin pun menyimpulkan, itu salah satu bukti bahwa banyak pasangan yang menikah namun tak siap menjalani kehidupan rumah tangga. Alhasil, ketidak harmonisan pun tercipta mulai dari awal pernikahan itu dilangsungkan.

Ahmad menggambarkan, kalau di negara lain, ada aturan yang melarang pernikahan bila tak disertai dengan kesiapan. Bahkan walaupun sudah siap, tapi kemudian tak yakin, pernikahan pun dilarang untuk dilanjutkan. Namun di Indonesia tak seperti itu. Dalam penelitiannya, Ahmad pun mendapatkan fakta, bahwa perceraian terjadi karena faktor pengalihan status pasangan.

Tugas mencari nafkah digantikan istri, sedangkan suami mengurus pekerjaan rumah yang notabene adalah tugas istri. “contoh di Kediri. Dalam satu pabrik rokok mempekerjakan 40 ribu ibu rumah tangga. Itu berarti ada 40 ribu suami yang menggantikan tugas istri di rumah,” ungkapnya, sembari menambahkan, di Gorontalo sendiri, 85 persen kasus perceraian penyebabnya adalah pengalihan status pasangan.

Dan sesuai penuturan Gubernur Gorontalo yang Ia dengar pada salah satu pertemuan, penduduk Gorontalo sebenarnya bukan berjumlah 1.140.000 jiwa, tapi berjumlah 3.190.000 jiwa, dan sisanya berada diluar daerah Gorontalo. “jadi dari jumlah tersebut, ada 2/3 penduduk Gorontalo yang berada di luar daerah Gorontalo yang belum jelas statusnya sebagai  apa, karena saya belum meneliti kalau penduduk diluar daerah ini bekerja sebagai apa,”tuturnya.  (RG-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.