oleh

GT Tersangka GORR.Kembali Mangkir

GORONTALO (RGOL)_–Mantan Kepala Wilayah BPN Provinsi Gorontalo GT alias Gabriel sampai dengan Rabu (09/06) kemarin belum memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Padahal ini sudah merupakan pemanggilan ke dua.

Sebelumnya penyidik Kejaksaan Tinggi Gorontalo telah melakukan pemanggilan pertama.Tapi sampai dengan panggilan ke 2, Rabu (09/06) belum ada tanda tanda GT akan memenuhi panggilan kejati.

Seperti diketahui, GT alias Gabril ditetapkan sebagai salah satu dari empat tersangka tindak pidana dugaan korupsi pengadaan tanah proyek Gorontalo Outer Ring Road (GORR).

“Sampai hari ini Rabu 09/06 tersangka GT belum datang memenuhi panggilan kejati,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Gorontalo Mohammad Kasad SH. Menurutnya, ada surat dari kuasa hukum GT.

Belum bisa memenuhi panggilan ke penyidik. dengan alasan masih melaksanakan tugas.

” Kita akan tunggu hari ini. Jika memang tidak juga hadir. Akan dilakukan pemanggilan berikutnya.

Apakah nantinya di jemput secara paksa atau gimana, itu tinggal teknis dari penyidik,’ ujar Moh, Kasad.

Terkait dengan adanya kemungkinan tersangka baru. Moh Kasad tidak menepisnya. Apalagi dalam amar putusan terdakwa AWB alias Asri disebutkan terdakwa terbukti bersalah secara bersama sama dengan sejumlah pejabat lainnya di Pemprov.

“Ini akan terus dikembangkan. Salah satunya dengan mempercepat proses pelimpahan berkas tersangka GT. Dan dalam perjalannnya memiliki bukti cukup. tidak menutup kemungkinan tersangkanya akan bertambah,’ ujarnya.

Ia sendiri berharap, tersangka GT untuk segera memenuhi panggilan penyidik. Agar kasus ini segera di proses ke tahap II. Yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti ke penyidik Kejati ke Jaksa Penuntut Umum (jPU).

Seperti diketahui,dalam kasus GORR ini kejati menetapkan 4 tersangka. Dan 3 Diantaranya telah divonis bersalah. Asri Wahyuni Banteng di vonis 1 tahun 6 bulan penjara dikurangi masa tahanan denda 100 juta subsider 2 bulan.

Sedangkan dua tersangka lainya yakni Ibrahim dan Farid Siradju masing masing divonis 3 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan,denda 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsider 2 bulan. (riel/gus)


Komentar