Guru Merokok di Sekolah Dapat Sanksi Tegas, Lapor ke Nomor Gubernur…

ilustrasi

RadarGorontalo.com – Gubernur Rusli Habibie menegaskan akan menindak keras tenaga guru dan siswa yang merokok dilingkungan sekolah, terutama saat didalam kelas. Penegasan ini disampaikan Rusli saat meluncurkan program Wirausaha Sekolah di SMA Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (28/10).

Larangan merokok di sekolah ini bukannya tanpa alasan. Selain faktor kesehatan, guru yang merokok akan berpengaruh buruk bagi para siswa. Selain itu, pemprov sejak tahun 2014 sudah intens melarang merokok di tempat umum seiring lahirnya Peraturan Daerah (Perda) No. 10 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Perda tersebut melarang merokok di sejumlah ruang publik di antaranya sekolah, rumah sakit dan terminal. “Saya tidak mau lihat ada guru guru yang merokok di kelas atau lingkungan sekolah. Apalagi murid muridnya,” kata Rusli.

Rusli merinci sanksi yang akan diberikan yaitu dengan memutasi guru perokok ke daerah terluar dan terpencil provinsi. Sanksi yang diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para Oemar Bakri pecandu nikotin. “Kalau ada guru guru yang merokok di sekolah tolong SMS atau WA pak gubernur, nomor 081313424131. Tolong SMS atau WA ke saya lengkap dengan foto guru yang merokok. Saya akan berikan sanksi tegas,” tambahnya.

Selain melarang konsumsi rokok, Rusli Habibie intens mengkampanyekan Gorontalo bebas minuman keras dan obat obat terlarang. Hampir di setiap kegiatan yang dihadiri, gubernur dua periode itu meminta agar warga berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol. Sebab miras menjadi penyebab utama adanya tindak kriminalitas di daerah. (RG-25)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.