oleh

Hadijah: Regenerasi Sekda Harus Diciptakan

GORONTALO (RGOL.ID) – Sekda Hadijah Tayeb akhirnya buka suara soal isu pengunduran dirinya. Sebab berseliweran informasi, dirinya mundur karena adanya tekanan.

Srikandi pemerintah yang dijuluki Panglima ASN ini kelak jika mundur, itu karena permintaannya sendiri. “saya itu minta dipindahkan pada jabatan eselon II, jabatan pimpinan pratama karena alasan kesehatan, bukan karena alasan yang lain,” tegasnya.

Kata Sekda, niatan ini pun sudah sangat lama, sejak tahun 2020 dirinya sudah merancang itu, dan permintaan itu sudah disampaikannya kepada Bupati. “saya minta untuk dipindahkan ke jabatan pratama tinggi lainnya, dan alhamdulillah pak Bupati paham itu,” ungkapnya.

Bupati sebenarnya tak ingin Panglima ASN ini mengajukan hal itu, sehingga sang Sekda diminta untuk sekali lagi tetap pada posisi Sekda hingga APBD 2021 selesai, dan juga reformasi birokrasi tuntas. Bahkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah dikunjunginya untuk menjelaskan itu.

KASN tak ingin pengundurannya karena alasan politik atau tekanan lainnya, tetapi murni karena alasan kesehatan yang sangat mendasar. Sehingga KASN pun memberikan rekomendasi ijin untuk berpindah tugas dijabatan pratama tinggi lainnya.

Tentu semua tahapan proses pindah ini selalu dikomunikasikan dengan Bupati. Selain alasan kesehatan, ada tahun politik yang harus dihadapi dengan energi yang besar bagi seorang Sekda.

Ibu Hadijah berfikir jika proses pergantian Sekda harus menunggu masa pensiun yakni di akhir tahun 2023, maka Sekda yang baru bisa saja kesulitan dalam menghadapi tahun politik yang berat, yakni pemilu Legislatif dan Pilpres serta Pemilukada tahun 2024 nanti.

Kenapa demikian? karena orang yang akan menggantikannya nanti, selain baru akan beradaptasi dengan tugas berat sebagai Sekda, juga akan diperhadapkan pada kondisi Pemilu yang butuh ekstra tenaga dan pikiran. “saya tidak ingin itu terjadi kepada rekan-rekan saya di pemerintahan,” ucapnya.

Sehingga itu, siapapun yang nanti mengganti posisinya, harus bisa mengemban amanah itu dengan baik, harus mampu membentengi setiap kebijakan dengan aturan yang benar.”jadi siapapun yang terpilih Sekda nanti, itu merupakan hak mutlak pimpinan,” ungkapnya.

Hadijah mengakui selama ini telah berjalan proses kaderisasi sehingga banyak pejabat yg layak berdasarkan kepangkatan, kinerja maupun administrasi lainya.

“Selama ini kami menganggap bahwa jabatan adalah pekerjaan, bukan karena ambisi, amanah dan tanggung jawab harus ditunjukkan, jika nanti sudah ada Sekda baru, maka saya siap membantu dengan sepenuh hati dan berbagi pengalaman jika dibutuhkan pimpinan,” tuturnya. (rg-53)


Komentar