oleh

Hamim Pou Gandeng ICCN

-Bone Bolango-191 Pengunjung

RGOL.ID – Gorontalo, Untuk mendayagunakan dan memberdayakan potensi sekaligus melakukan pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bone Bolango. Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menjalin kerja sama dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

Kerja sama itu, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan Ketua Umum ICCN Fiki C. Satari, di Bandayo Rudis Bupati Bone Bolango, Jumat (27/9).

Bupati Hamim Pou mengatakan, Kabupaten Bone Bolango memiliki luas wilayah mencapai 1.984,31 km². Namun dari luas wilayah tersebut, sekitar 70% merupakan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) maupun hutan konservasi yang harus dijaga.

Sementara yang bisa dikelola hanya 30%. Tentu ini menjadi sebuah tantangan besar bagi Pemkab Bone Bolango dan ICCN untuk menjadikan Bone Bolango ini sebagai daerah pengembangan ekonomi maupun industri kreatif.

Namun demikian, diharapkan lewat kerja sama dalam pengembangan industri kreatif ini akan melahirkan usaha-usaha baru yang terus berkembang. Sekaligus menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan tentu berdampak berdampak pada banyak hal.

“Saya berharap dengan kehadiran ICCN di Bone Bolango, kita bisa bekerja sama mengembangkan industri kreatif disini, agar lebih fokus dan mencapai keberhasilannya,”ujar Bupati Hamim Pou.

Disisi lain, Bupati Hamim Pou mengungkapkan, Bone Bolango merupakan tempat asalnya tokoh-tokoh hebat. Seperti Alm. Nani Wartabone, Pahlawan Nasional asal Gorontalo, Presiden ke-3 RI Alm. B.J. Habibie, dan juga Alm. Thayeb Mohammad Gobel yang merupakan pelopor Industri Elektronika di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum ICCN Fiki Satari mengaku dengan adanya isu wilayah Bone Bolango adalah 70% hutan konservasi, menarik narasinya ke level bukan hanya nasional, tapi internasional. “Ini menjadi tantangan, dan seharusnya kesuksesan di Kabupaten Bone Bolango ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di seluruh Indonesia,” katanya.

Untuk itu, menindaklanjuti kerja sama tersebut, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah segera berkoordinasi dari sisi teknis. Mengidentifikasi kebutuhan yang tepat, di mulai dari program eksisting ICCN ada 11 program, mulai dari riset pemetaan potensi.

Kemudian pihaknya juga siap mensuport kegiatan yang sudah ada dalam perencanaan di Bone Bolango. Bahkan dalam waktu dekat, apa sinergi yang bisa dikolaborasikan.

Menurut dia, ini menjadi penting karena kerja sama yang kongkrit itu dibuktikan dengan teknis-teknis kerja sama yang tentunya kongkrit.

Menarik ketika ada komitmen, ada gagasan, dan tentunya dibuktikan dengan program-program yang kongkrit sebuah daerah dengan karakteristik seperti Bone Bolango yang 70% hutan konservasi, tambang emas, dan seterusnya.

Ada daerah di ujung utara Indonesia, ini berinisiatif untuk menggerakkan dan membangun daerahnya melalui energi kreatifitas dan kolaborasi lintas stakeholdernya.

“Ketika Bone Bolango bisa membuktikan komitmennya terhadap program pengembangan ekonomi kreatif ini, saya yakin daerah ini menjadi referensi bagi banyak kabupaten/kota lain untuk membangun daerahnya,” tutur Fiki Satari. (wal-46)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.