oleh

Harga Mati.! Perda Orang Mabuk Harus Diberlakukan

ilustrasi
ilustrasi

RadarGorontalo.com – Kekhawatiran Kapolda Gorontalo, Brigjen (Pol) Hengkie Kaluara, bahwa pengaruh minuman keras (miras) akan kian merajalela dan memprihatinkan, bahkan mayoritas kerap menjadi sumber malapetaka dari ragam kasus dan tindak kriminal di wilayah hukum provinsi Gorontalo, harus sudah menjadi isyarat dan signal bagi jajaran eksekutif Pemprov dan legislatif Deprov, untuk segera menggulirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Orang Mabuk. Yang beberapa waktu lalu, sempat disuarakan oleh para aleg Deprov Gorontalo sendiri. Namun mentok, dan ‘hanya’ melahirkan Perda pengaturan atau pendistribusian miras saja.

Disatu sisi, Kapolda Hengkie sendiri, mengakui, pihaknya sering kecolongan disaat akan menertibkan pendistribusian miras yang masuk ke Gorontalo, di daerah-daerah perbatasan. “Yang diduga, karena adanya jalan-jalan ‘tikus’, yang bisa dilalui oleh para pendistribusi miras ini, hingga masuk ke wilayah provinsi Gorontalo. Olehnya, perlu dukungan bersama, dari semua pihak, untuk menertibkan miras ini,” ujar Kapolda, dalam silaturahmi bersama pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi di Deprov, belum lama ini.

Disisi lain, hal yang lebih memprihatinkan dialami sendiri, oleh aleg Deprov dari Fraksi Partai Hanura, yang duduk di keanggotaan Komisi IV, Kaspian Kadir. Mantan Ketua Komisi I Deprov ini, terbangun dari tidurnya, pada malam takbiran Idul Adha minggu (11/09) malam, hanya karena ulah pemabuk. “Olehnya, kami mendesak, agar miras ini, tidak hanya diperda-kan pendistribusiannya. Tapi, yang penting itu, adalah Perda yang mengatur pengaruh dari orang yang mengkomsumsi miras itu sendiri, yakni Perda Mabuk, atau apalah nama lainnya.” tegas Kaspian, senin (12/09). “Sebab, pengaruh dari miras ini, sudah sangat memprihatinkan. Olehnya, harga mati, Perda Orang Mabuk ini, harus segera ada. Jika perlu, miras-miras yang masuk dan didistribusikan ke provinsi Gorontalo, dibumihanguskan saja,” tandasnya. (ay1/rg)


Jangan Lewatkan

Komentar