oleh

Hari Ini Kota Gorontalo Berusia 294 Tahun, Apakah Ada Yang Membanggakan?

GORONTALO (RGOL.ID) – Apakah pemerintahan Marten-Ryan (Matahari) layak menggelar HUT Kota Gorontalo dan apakah ada yang bisa dibanggakan Kota Gorontalo di usia 294 tahun yang jatuh pada tanggal 19 Maret tahun 2022 hari ini.

Ada beberapa indikator yang bisa menjadi kebanggaan yakni penghargaan dari KPK, dimana Kota Gorontalo masuk dalam 5 besar capaian indikator makro. Kemudian angka kemiskinan di Kota Gorontalo yang paling rendah di Provinsi Gorontalo yakni 5,95 persen.

Begitu juga pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo yang berada diangka 2,81 persen, begitu juga dengan tingkat pengangguran di Kota Gorontalo yang hanya 4,55 persen.

Nah, tahun ini ada sejumlah proyek hebat yang tengah dikerjakan, jadi layaklah kalau Pemkot merayakan HUT Kota dengan semarak, namun karena dimasa-masa prihatin seperti sekarang ini, tak apalah dibuat dengan sederhana.

Memang usia Kota Gorontalo tak muda lagi, diusia yang sudah ratusan tahun, tentu banyak perubahan dan perkembangan yang terjadi di Kota Gorontalo.

Perkembangan itu pun sangat dirasakan masyarakat. Mulai dari perkembangan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan perubahan dibeberapa sektor lainnya yang berujung pada pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Berbagai perkembangan ini tak lepas dari polesan melalui program kerja yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo. Seperti halnya program pengembangan usaha warga.

Mereka diberikan stimulus berupa alat produksi dan pembekalan keahlian. Program seperti ini lebih dipilih dan diperbanyak oleh Wali Kota Gorontalo ketimbang memberikan bantuan dalam bentuk bahan pokok. Marten punya alasan khusus melaksanakan program tersebut.

Menurutnya, dengan memberikan pelatihan dan bantuan alat pendukung usaha, warga bisa menjadi lebih mandiri dan tidak berharap bantuan yang diberikan pemerintah.

“Strategi ini saya istilahkan memberikan kail atau pancing kepada warga daripada memberi ikan, kail disini bermakna memberi mereka pelatihan dan alat usaha, sedangkan ikan adalah memberi warga bantuan bahan pokok yang menurut saya hanya akan memanjakan mereka.

Betapa tidak, mereka akan terus bergantung kepada pemerintah untuk mendapatkan bantuan,” kata Marten.

Walikota mengatakan, apabila masyarakat diberikan kail, pasti akan merangsang mereka agar lebih kompetitif dan produktif mengembangkan usaha yang digeluti, yang pada akhirnya bisa mengeluarkan mereka dari kemiskinan.

Apabila usaha mereka berkembang, maka mereka yang sebelumnya ada dikategori warga kurang mampu akan menjadi warga yang mampu, dengan begitu angka kemiskinan berkurang, dan bukan itu saja, kalau usaha warga berkembang, pasti tercipta lapangan kerja yang secara otomatis pengangguran berkurang,” tutur Marten.

Program dengan istilah memberi pancing dibanding ikan ini sendiri tersebar dibeberapa instansi di Kota Gorontalo dan dibiayai oleh APBD Kota Gorontalo.

Diantaranya, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM, dan Baznas Kota Gorontalo. (lev)


Jangan Lewatkan

Komentar