oleh

Hari Pers Nasional 2022, Ini Pesan Hamzah Sidik

RGOL.ID, GORUT – Wakil Ketua 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik menyebut pers adalah bagian dari penyangga demokrasi.

“Setelah trias politika. Eksekutif, legislatif dan yudikatif. Maka, pers adalah pilar keempat penyangga dari pada demokrasi ini,” kata Hamzah Sidik saat berbincang dengan beberapa insan pers di Kabupaten Gorontalo Utara, baru-baru ini.

Menurutnya, kalau kemudian pers tumbuh berkembang dengan memberitakan hal-hal yang sifatnya obyektif dan berimbang. Maka, publik juga akan semakin tercerdaskan.

“Tentu publik akan menerima informasi yang sangat akurat dan merupakan fakta. Dan tentu ini juga membuat literasi publik semakin baik,” ujar Hamzah.

Ia menilai, kalau kemudian pers diam dan seakan menutupi sesuatu yang sebenarnya harus diketahui oleh rakyat. Maka, sebenarnya pers telah menjadi sisi yang justru merusak demokrasi.

“Tapi, kalau kemudian pers sebaliknya memberitakan sesuatu yang memang harus diberitakan, memberitahukan ke publik sesuatu yang menjadi hak-hak dari pada publik. Maka, pers bisa dikatakan paripurna sebagai penyangga atau pilar keempat dari pada demokrasi,” imbuhnya.

Maka dari itu, Ia berharap dan mengajak para insan pers, khususnya di Kabupaten Gorontalo Utara untuk memberitakan sesuatu yang benar-benar obyektif dan urgen untuk publik.

“Sehingga publik pun bisa mengetahui apa yang terjadi hari ini dan tentu hak-hak mereka terlindungi dengan adanya pers,” tukasnya.

Selain itu, Aba Hamzah (panggilan Hamzah Sidik) juga berharap, siapa pun, termasuk aparat penegak hukum agar hindari untuk melakukan proses kriminalisasi terhadap insan pers.

“Karena, pers ini hanya memberitakan sesuatu yang dilihat, didengar dan dipotret,” jelasnya.

Ia pun mengungkapkan, tidak sedikit kejadian kriminalisasi yang menimpa insan pers terhadap produk jurnalistik digeser menjadi produk pidana.

“Padahal, produk jurnalistik harus menggunakan Undang-Undang Pers dong. Artinya, sebagaimana asas hukum, lex spesialis the logat generalis, undang-undang yang berlaku khusus mengenyampingkan undang-undang yang berlaku umum,” terang Hamzah.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada penegak hukum ketika terjadi hal-hal semacam itu, kiranya dapat didudukkan secara profesional, obyektif, rasional bahwa pers dilindungi oleh Undang-Undang Pers.

“Sekali lagi selamat hari pers, semoga pers Gorontalo Utara khususnya, tumbuh berkembang untuk kepentingan masyarakat Gorontalo Utara,” pungkasnya. (ind-56)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar