abd karim aljufrie

Harusnya Sosialisasi Pengelolaan Saronde Dilakukan di Awal

Image
Rapat Dengar Pendapat Umum yang dilaksnakan Komisi I dan Komisi III DPRD Kabupaten Gorut terkait insiden di Pulau Saronde, beberapa waktu lalu. (Foto : 89_rg)

RGOL.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara menilai, insiden yang terjadi di Pulau Saronde antara nelayan Ponelo dan pengelola, disebabkan tidak adanya sosialisasi pemerintah daerah setempat di awal terkait kerja sama pengelolaan obyek wisata tersebut.

Jajaran anggota legislatif (aleg) gabungan Komisi I dan  Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Utara satu suara menyebut pemerintah daerah kecolongan atas insiden tersebut.

Hal itu disampaikan, Selasa (31/1) saat rapat dengar pendapat umum terkait insiden yang terjadi di Pulau Saronde antara nelayan dan pihak pengelola.

“Kalau mungkin mereka (nelayan) di Ponelo sudah tahu, ada sosialisasi bahwa ini sudah ada perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga pengelola, pasti mereka tidak berani dan saya tahu persis masyarakat Ponelo Kepulauan,” tutur Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP, Daud Syarif.

Ia menyayangkan pemerintah daerah setempat tidak melakukan sosialisasi jauh hari sebelumnya terkait perjanjian kerja sama itu.

“Kenapa sosialisasinya tidak dilakukan dari jauh-jauh hari. Nanti sudah terjadi insiden seperti ini, baru ada sosialisasi,” ujar Aleg Dapil 1 itu.

Sementara Wakil Ketua Komisi III, Mikdad Yeser menyebut, sejak awal perjanjian kerja sama dilakukan, pihaknya sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah, setelah itu dilakukan sosialisasi.

“Harusnya sosialisasi dilakukan sejak awal biar masyarakat disekitarnya paham, pulau ini sudah ada pengelolanya dan tidak sembarangan masuk. Karena tentu kalau masyarakat sembarang masuk dapat mengganggu turis yang tengah bersantai di sana,” ujar Mikdad. 

Dan sosialisasi yang dilakukan lanjut Mikdad  harus menjelaskan mengenai aturan yang berlaku, termasuk kalau kemudian terjadi keadaan darurat dan nelayan atau masyarakat terpaksa berlabuh di Pulau Saronde.

“Itu harus dilakukan agar masyarakat paham. Bukan hanya di Ponelo, tapi juga masyarakat pada umumnya, khususnya di Gorontalo Utara. Sehingga insiden yang sempat viral itu tidak terulang kembali,” tandasnya. (RG-56)

Bagikan berita

Tinggalkan Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

mUNGKIN ANDA LEWATKAN