oleh

Hasil Juara Lomba Tari FLS2N tingkat Provinsi Digugat

-Pendidikan-2.615 Pengunjung

RGOL.ID, Gorontalo – Tim juri festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) kategori lomba tari yang digelar di aula SMA 3 Gorontalo yang berakhir, Selasa (20/8) lalu berakhir protes dari orang tua siswa. Pasalnya, tim juri tari pada malam final FL2SN, selain tidak kredibel juga tim juri tidak mengindahkan petunjuk teknis FLS2N tahun 2019.

Hal ini diungkapkan orang tua siswa Ella Limonu. Kepada Harian Rakyat Gorontalo, Ella menyampaikan bahwa dewan juri dalam FLS2N ini tidak mengindahkan juknis, dimana dewan juri adalah berkompeten sesuai bidang keilmuan dan profesinalisme.

Sementara juri dalam final ini jauh dari juknis tersebut, beber Ella. Dia menambahkan dewan juri juga dalam hal ini tidak bertanggungjawab secara transparan, sehingga dari sisi penilaian nanti pasti tidak obyektif.

Apalagi mediasi antara panitia, dewan juri dan dekan Fakultas Sastra dan Budaya, UNG, Dr Muslimin terbuki bahwa ada terjadi sejumlah kesalahan yang dilakukan oleh Dewan Juri pada final lomba tari FLS2N SMA tingkat Provinsi Gorontalo.

“Ini jelas sudah menjadi bukti dan alasan kami agar Dikbudpora untuk membatalkan hasil juara tari ini”, Ella menegaskan. “Kami hanya ingin Dinas Pendidikan Budaya dan Pemuda Olah-raga untuk menindak-lanjuti hasil mediasi dari tim pakar tari Dr Riyana Diah Sitaresmi MA, MSn, yang memberikan rekomendasi kepada panitia bahwa secara tegas dan jelas bahwa yang benar sebagai juara 1 adalah SMA 3 Gorontalo dan bukan SMA 1 Limboto, ungkap Ella yang memperlihatkan rekomedasi dari pakar tari tersebut.

Dari pandangan akademisi Dr Diah juga telah menyampaikan secara tertulis dan terbuka kepada Dikbudpora Provinsi Gorontalo bahwa dewan juri telah melakukan kesalahan secara terbuka.

Sehingga hal ini harus ditindak-lanjuti oleh Dikbudpora, tegas Ella, sembari menyampaikan tembusan hal ini kepada Gubernur Gorontalo, pimpinan DPRD, Ombusmen Perwakilan Gorontalo, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI di Jakarta serta Kepala Sekolah SMA 3 Gorontalo. (RG-31/*)


Komentar