oleh

Hati-hati, Jangan Sembarangan Melepas Hewan Ternak

-Gorontalo, Pohuwato-199 Pengunjung

MARISA (RADAR) – Bagi pemilik hewan ternak, alangkah baiknya mulai sekarang hewan ternaknya dikandangkan saja. Karena jangan sampai, hewan ternak anda akan kena razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pohuwato. Bisa kena denda sampai Rp 50 juta ditambah penjara selama tiga bulan.
Dijelaskan oleh Kasi Linmas Satpol PP Kabupaten Pohuwato, Ali Mbuinga, bahwa pihaknya sejak Selasa (19/4) kemarin, tengah melakukan publikasi mengenai aturan yang mengatur tentang penertiban hewan ternak yaitu Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2013 tentang Hewan Ternak. “Sebetulnya, Perda tentang Hewan Ternak ini adalah revisi dari Perda tentang Hewan Lepas. Karena di dalam Perda Hewan Lepas belum ada ancaman dendanya. Sedangkan pada Perda ini denda maksimalnya Rp 50 juta dan kurungan badan selama tiga bulan penjara bagi siapa saja pemilik hewan ternak lepas,” kata Ali saat diwawancarai koran ini kemarin.
Ia menjelaskan lagi, hewan ternak ini terbagi dua yaitu hewan ternak besar seperti kerbau, sapi dan kuda. Sedangkan hewan ternak kecil berupa kambing, biri-biri, anjing dan babi. “Kalau hewan ternak besar yang terjaring razia, itu tebusannya Rp 250 ribu dan hewan ternak kecil Rp 150 ribu. Untuk menebusnya langsung datang ke kantor Satpol PP. Tapi, waktu menebus ini hanya satu minggu saja. Lewat dari satu minggu, maka kami akan menyerahkannya ke pengadilan. Nanti pengadilan yang akan memutuskan hukuman, berapa dendanya untuk pemilik hewan ternak lepas tersebut sekaligus pelelangan hewan ternak itu juga,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pohuwato, Saipul A Mbuinga ikut memantau publikasi yang dilakukan oleh aparat Satpol PP kepada masyarakat terkait Perda yang satu ini. Ia berharap, seluruh masyarakat Kabupaten Pohuwato bisa mematuhi Perda yang telah direvisi itu.
“Kami harapkan kepada seluruh warga yang memiliki hewan ternak untuk dapat mengandangkan hewan ternaknya masing-masing. Apabila tiga hari setelah publikasi atau pemberitahuan ini tidak diindahkan ataupun masih ditemukan hewan ternak yang melanggar ketentuan peraturan, maka kami akan menindak tegas hewan ternak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambah Ali yang juga merupakan penyidik di Satpol PP Kabupaten Pohuwato itu. (RG-58)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *