oleh

Hendra-Warsito Adu Ngotot. Dua Kubu Klaim Dukungan

-rgol.id-373 Pengunjung

RGOL.ID.GORONTALO – Hingga pukul 00.00 lebih sedikit. Perjalanan Musda Golkar ke-X masih alot penuh dinamika.

Kedua kubu ‘Adu ngotot’ dan saling klaim dukungan, dari para pemilik suara, pimpinan kecamatan atau PK hingga organisasi didirikan dan mendirikan.

Logikanya suara yang akan diperebutkan ada 24 suara. Nah, disisi ini saling klaim terjadi utamanya dari sisi PK.

Dukungan materil yang diberikan itu ditandai dengan bubuhan tanda tangan sebagai bentuk dukungan sah dalam forum musda partai beringin ini.

Sebab dalam aturan Juklak no 2 tahun 2020 tentang musyawarah provinsi kabupaten/kotapartai Golkar.

” Dukungan yang harus diberikan minimal 30 persen dari pemilik suara sah, untuk kemudian diferivikasi stering commite.” Ujar Sucipto Potabuga selaku pemegang suara sebagai mandatori DPD 1 Golkar.

Dari pantauan RGOL dilokasi Musda. Disinilah terjadi dinamika. Sebab uniknya, dukungan penuh yang seharusnya ditandai dengan Tandatangan Ketua dan Sekretaris lengkap. Namun ada yang seolah terbelah.

Misalnya, dukungan untuk calon yang satu ditandatangani oleh ketua. Namun dilain pihak, sekertaris membubuhkan tanda-tangannya dikubu sebelah.

Hal inilah kemudian yang menjadi perdebatan panjang dari pimpinan forum dalam menentukan dukungan sah bagi calon.

Beberapa komponen itu, khususnya sekertaris diminta untuk dihadirkan. Sebagai bagian ferivikasi, apakah Tandatangan itu dilakukan yang bersangkutan.

Dari dinamika yang terjadi diajang Musda, belakangan mencoba menghubungi orang per orang itu, bahkan bahasa ” Jemput ditempat’ pun terjadi.

Ini penting sebagai bukti dukungan sah bagi siapa yang dicalonkan. Sebab dukungan materil lewat Tandatangan sah dan terferivikasi adalah dasarnya.

Sampai berita ini diturunkan, proses ity masih berlangsung ditandai skorsing yang belum dicabut oleh pimpinan sidang Musda. (Qn)


Komentar