RGOL.ID, GORONTALO – Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Helmy Santika mengingatkan kepada para personil untuk menghindari berbagai pelanggaran disiplin dan kode etik.

Tahun 2022 lalu, jumlah pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oknum anggota Polri mencapai angka 200 kasus, bahkan tindak pidana, dengan sanksi Pemberhentikan Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebanyak 15 personil.

“stop buat pelanggaran, jangan tambah lagi PTDH,” tegas Kapolda dihadapan personil gabungan Polda Gorontalo.

Helmy juga mengingatkan kepada para bintara remaja agar tidak merasa hebat, tapi bersikaplah seperti padi yang kian berisi kian merunduk.

“begitu juga bagi para senior, berilah contoh yang baik kepada junior, arahkan mereka dan bersikaplah secara profesional dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Kapolda Helmy menggambarkan, jika masyarakat sekarang ini tidak butuh cerita tentang kehebatan anggota Polri secara personal, tapi yang diinginkan masyarakat adalah kehadiran dan pelayanan yang cepat terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Bukan itu saja, lagi-lagi Helmy mengingatkan kepada personil Polri untuk menjauhi haya hidup hedonis.

Setiap anggota Polri mengedepankan sikap humanis ketika berada dilingkungan masyarakat, mengingat adanya jarak antara masyarakat dengan Polisi dikarenakan oleh sumbatan-sumbatan komunikasi yang telah lama tertutup.

“perbaiki komunikasi dengan masyarakat, jalin silaturahim dan kuatkan hubungan kekerabatan, sehingga tugas-tugas Polri dalam melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat dapat terwujud dengan baik,” tutur Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Helmy Santika. (LaAwal-46)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.