oleh

HIV/AIDS Ancam Kota Gorontalo, 147 Kasus, 49 Meninggal Dunia

Ilustrasi

RadarGorontalo.com – Terhitung sejak 2001 hingga sekarang atau dalam kurun waktu 17 tahun, tercatat sudah ada 147 kasus pengidap penyakit HIV/ Aids di Kota Gorontalo.

Parahnya lagi, dari 147 orang penderita HIV/Aids ini, 49 orang diantaranya meninggal dunia. Hal ini sebagaimana disampaikan Walikota Gorontalo, Marten Taha pada acara peringatan Hari Ibu ke-90 yang dirangkaikan dengan Hari Aids se-Dunia tingkat Kota Gorontalo, Sabtu (22/12) lalu, di Banthayo Lo Yiladia.

“Benteng pertahanan terakhir adalah keluarga, khususnya ibu-ibu yang berperan aktif membimbing, mendidik, membina dan mendampingi anak-anak agar terhindar dari penyakit yang mematikan ini,” ujarnya.

Memang salah satu munculnya HIV/Aids adalah pergaulan bebas. Olehnya, mantan ketua Deprov Gorontalo ini berharap melalui peringatan hari AIDS, agar kiranya keluarga, terutama ibu-ibu bisa melakukan pengawasan dan pencegahan anak-anak terhadap pergaulan bebas.

“Kita cegah pergaulan bebas, HIV dan Aids mulai dari lingkungan keluarga,” jelas Marten. Sementara itu, berdasarkan data KPA Kota Gorontalo, kasus HIV di Kota Gorontalo sejak 2001 mencapai 70 kasus, sedangkan penderita Aids sebanyak 89 kasus.

Kalau dilihat dari penderitanya, maka swasta dan wiraswasta masih menduduki puncak teratas dengan 46 orang penderita.

Selanjutnya disusul Ibu Rumah Tangga 19 orang, mahasiswa 15 orang, Aparatur Sipil Negara 8 orang, WPS 7 orang, serta sopir angkutan, pramugari dan seniman masing-masing satu orang.

“Ada juga honorer dan oknum aparat masing-masing dua orang, serta balita dan aktivis KPA masing-masing tiga orang dan yang tidak diketahui 8 orang,” ungkap sekretaris KPA Kota Gorontalo dr. Riana.

Ditambahkannya, ada lima faktor utama penyebab HIV/Aids. Diantaranya heterosex, idus atau penasun, ibu ke anak, lelaki suka lelaki dan sisanya tidak diketahui.

Heterosex mendominasi faktor penyebaran penyakit ini dengan 52 kasus. Disusul faktor lelaki suka lelaki 47 kasus, kemudian 10 kasus idus atau penasun (pengguna narkoba suntik), sedangan penularan ibu ke anak hanya empat kasus.

Sementara yang tidak diketahui ada tiga kasus. Dari segi usia, untuk penderita berusia 25 hingga 49 tahun sejumlah 61 orang. Urutan ke dua, usia pelajar dan mahasiswa, pelaku swasta mulai dari 15 hingga 24 tahun, berjumlah 34 orang.

Disusul 4 orang usia 1 tahun sampai 14 tahun. Dari sembilan kecamatan yang tersebar di Kota Gorontalo, Kota Selatan merupakan wilayah terbanyak ditemukan kasus HIV/AIDS yakni 22 kasus.

Kemudian Kota Tengah 21 kasus, Kecamatan Kota Timur 20 kasus, Dumbo Raya, Kota Utara dan Kota Barat masing-masing 9 kasus.

Untuk Kecamatan Sipatan sebanyak 13 kasus, Dungingi 5 kasus dan terendah ada di kecamatan Hulonthalangi satu kasus. (tr-05/rg-62)


Komentar