oleh

IAI Memastikan Keamanan Obat Untuk Masyarakat

GORONTALO (RAGORO) – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) membahas tentang peran Apoteker dalam tindakan penyalahgunaan obat-obat terlarang yang berakibat fatal bagi masyarakat yang mengkonsumsinya. Selain itu, Pengurus Daerah (PD) IAI harus selaras dengan program pusat.

IAI juga memastikan organisasi Apoteker di Gorontalo memiliki kapasitas yang tinggi dalam memastikan keamanan obat yang dikonsumsi oleh masyarakat.

Hal ini diungkapkan Ketua Pengurus Pusat (PP) Ikatan Apoteker Indonesia, Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt, pada acara Konferensi Daerah (Konferda) IAI Provinsi Gorontalo, sabtu (14/9) di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo.

BNNK GORONTALO

Hadir pada kegiatan itu, Ketua PD Farid I. Adam, S.Si., M.Kes, Apt dan Dewan Pengawas Pusat, Prof. Dr. Gemini Alam, MSi, Apt serta Pengurus Daerah Apoteker Gorontalo.

Selain membahas tentang peran Apoteker, IAI juga menentang keras perbuatan melanggar hukum dibidang obat-obatan seperti, pemalsuan Obat Generik dan Reepacking (kemas ulang) Obat.
Menurut Nurul, pada kasus pemalsuan obat ini, sepenuhnya apoteker tidak terlibat.

Pihaknya terus mengingatkan kepada Apoteker di seluruh tanah air agar tidak main-main dengan obat.

Untuk kasus pemalsuan obat ini dituangkan dalam UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 pasal 197 degan hukuman maksimal denda Rp 1.5 Miliar dan 15 tahun penjara.

BNNK GORONTALO

Selain itu penggunaan obat yang terlalu berlebihan juga dapat mengakibatkan orang hilang kesadaran, mabuk dan over dosis. Salah satu contoh obat yang sering disalahgunakan yakni Komix, yang sering di minum melebihi batas aturan.

“lima area itu seperti profesional dan bertanggung jawab dalam melayani masyarakat, meningkatkan kualitas organisasi, Branding. Nah khusus Branding ini Apoteker harus kolaborasi dengan Pemda agar lebih dikenal masyarakat, bahwa apoteker merupakan organisasi profesi,” ungkap Ketua PP IAI. (tut/tr-10)

Komentar