oleh

Ini Alasan Golkar Tak Ikut Campur di Angket Bupati

-rgol.id-337 Pengunjung

RGOL.ID.GORONTALO – Ramai – ramai 6 fraksi di DPR Kabupaten Gorontalo bakal melayangkan hak angket kepada Bupati Nelson Pomalingo oleh Golkar mereka sepertinya tak mau ikut campur.

Angket yang secara garis besarnya menyoal soal cacatnya mekanisme surat pergantian antar waktu atau PAW sebelumnya sudah mulai dibangun oleh sejumlah fraksi DPR.

Mulai dengan pembahasan Banmus (Badan Musyawarah) DPR.
Ketidak ikut serta Golkar atau fraksi partai Golkar DPR terlihat dari kedatangan Ketua DPD II Golkar Kabgor, Hendra Hemeto ke DPR.

Pimpinan beringin itu pun menemui sejumlah anggota FPG, seperti Wakil Ketua DPR Irwan Dai, dan ketua fraksi Iskandar Mangopa.

” Ya, kedatangan saya untuk memerintahkan agar fraksi partai Golkar DPR untuk tidak ikut masuk dalam hak angket ke Bupati, ” tegas Dadang sapaan akrab Hendra.

Beberapa pertimbangan golkar cukup mendasar kata Dadang, bahwa pertama mereka mempertimbangkan kondisi pandemi covid 19 yang jauh lebih penting untuk dipikirkan demi masyarakat Kabgor. ” Itu jauh lebih penting demi rakyat, ” tegasnya yang diamini oleh Irwan dan Iskandar.

Alasan berikut yakni konstalasi saat ini juga masih berkutat pada persiapan daerah menuju Pilkada dan itu membutuhkan konsentrasi daerah yang cukup besar, bahkan bakal menguras energi.

Dan alasan terkahir, yang namanya angket hingga bermuara pada pemakzulan misalnya itu membutuhkan waktu yang sangat lama.

” Kita tahu bersama kisah Wabup silam. Ada sekitar setahun lebih baru selesai. Nah kalau untuk bupati hari ini, tinggal menyisakan waktu beberapa bulan saja, hingga kemudian beliau cuti. Maka sia-sia kami merasa partai Golkar jika ikut nimbrung disana (angket) ” tegasnya.

Sekiranya bisa ini masih cukup lama, maka Golkar adalah partai yang paling konsisten dihal hal demikian.

Kalaulah bukan karena pertimbangan pertimbangan itu, maka tentulah Golkar yang paling terdepan untuk hal ini. ” Ya, kita partai yang tak pernah mundur untuk langkah apapun sebagai sikap politik. ” tegasnya. (RG.53)


Komentar