oleh

Ini Stategis Eby yang Sering Memenangkan Caleg

-Gorontalo, news, Politik-227 Pengunjung
Ilust by Anwart

RadarGorontalo.com – Bagaimana Feriyanto Mayulu bisa membawa PAN menjadi partai terbesar kedua di Gorontalo dengan meraih 7 kursi di Deprov. Padahal pada Pileg 2014 lalu dia bukan lagi Wawali.

Sebagai Ketua DPW PAN, Eby memiliki cara tersendiri bagaimana memenangkan kader-kadernya di Pileg termasuk dia sendiri. Efisiensi, tepat sasaran dan terukur, inilah yang membuat PAN tampil hebat di Pileg.

Dan semua strategi pemenangan dia atur dari ruang makan di rumahnya. Hebatnya lagi, Eby sangat mengutamakan hasil survey, meski orang dekatnya kalau surveynya tak bagus, maka Eby tak memberikan perlakuan khusus.

Yang bagus hasil surveynya justru dia bantu dengan dana. Semakin bagus hasil surveynya semakin besar dana yang dia bantu. Hasilnya 7 kursi dia raih pada Pileg 2014. Tidak hanya di Deprov, di Dekab dan Dekot juga semua lolos yang dia unggulkan.

Ketua partai yang tetap dipanggil ketua adalah Eby. Meski dia tak lagi menjabat ketua, namun dia tetap dihormati oleh kader PAN. Pertanyaannya berapa besar dana yang dia keluarkan pada Pileg lalu?

Dari catatan kurang lebih Rp. 2 Miliar, itu sudah termasuk pertarungannya di Deprov dan pertarungan istrinya di DPR RI dengan meraih 42 ribu suara. Eby sendiri menjadi aleg dengan perolehan suara terbesar.

Dulu, Eby punya hitung-hitungan jika beratung di legislatif. Cukup dengan Rp 6 Miliar dan dia sudah bisa duduk. Setiap DPD Rp 500 Juta berarti Rp. 3 miliar untuk 6 daerah, kemudian DPW Rp. I miliar, lalu lapis 2 dan 3 masing-masing Rp. 500 juta dan yang Rp. 1 miliar lagi untuk operasional dirinya.

Dengan Rp. 6 miliar, sudah cukup untuk menghasilkan banyak kursi, mulai dari Dekot, Dekab, Deprov sampai DPR RI. Apakah hitung-hitungan ini masih relevan di 2019? Jawabanya masih sangat relevan.

Cara lainya adalah bermain dengan partai lain yang tak punya jagoan di DPR RI. Ini lebih tepat sasaran, karena ada beberapa partai yang bisa digandeng, seperti Hanura dan PDIP. (rg-57)


Komentar