Jadi Sasaran Empuk Terorisme, Indri Ingatkan Anak Muda Akan Tanggung Jawab Pada Bangsa

RGOL.ID – Anak muda seringkali diasosiasikan denga gairah juang yang berapi-api, idealis, radikal dan tak kenal takut. Hal ini menjadikan mereka sebagai sasaran empuk aktivitas terorisme. Data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2017, menunjukkan lima puluh dua persen narapidana kasus terorisme adalah anak muda yang berusia 17-34 tahun.

Dituturkan oleh Dr. Indri Afriyani Yasin, PhD, saat memberikan materi pada kegiatan Workshop Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Gorontalo Utara (14/07/22),
tren pelaku terorisme dari kalangan Pemuda dari tahun 2000 – 2020, terdapat 553 serangan teror di seluruh wilayah Indonesia (banyak pelakunya pemuda).

“Hal ini menunjukkan betapa memang pemuda berpotensi dimanfaatkan untuk direkrut menjadi agen teroris. Mengapa ?karena Pemuda punya semangat juang tinggi, idealis, dan cenderung radikal dalam memperjuangkan sesuatu yang diyakini” Ujar Kepala LPPM Universitas Muhammaditah Gorontalo tersebut.

Berkaca pada sumpah Pemuda, lanjut Indri, para pendiri bangsa memperlihatkan bagaimana mereka mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan. Mereka sepakat menanggalkan primodialisme dengan menerima serta menghargai perbedaan demi masa depan bangsa.

“Terbukti dalam daftar peserta kongres kita bisa lihat mereka berasal dari beragam suku dan agama, termasuk keturunan Thionghoa dan Arab ada dalam daftar”.

Pemuda, yang memiliki peran sebagai tulang punggung perjuangan pada masa sebelum kemerdekaan, dan setelahnya menjadi pewaris api Sumpah Pemuda, memiliki tanggung jawab terhadap bangsa ini, termasuk menjaga dari rongrongan terorisme.

“Pemuda harus kokoh menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman ideologi transnasionalisme, Lalu apa saja yang bisa dilakukan pemuda untuk mencegah terorisme ? ada banyak hal yang bisa dilakukan pemuda, diantaranya : mempelajari serta memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar, memiliki pemahaman ilmu yang cukup agar pemikiran yang dimiliki semakin kuat, Meminimalisir kesenjangan sosial, Mendukung berbagai bentuk aksi perdamaian , berperan aktif dalam melaporkan radikalisme dan terorisme, Meningkatkan pemahaman akan hidup kebersamaan, Menyaring informasi yang didapatkan karena tidak semua berita yang diterima adalah benar.”

Pada akhirnya, ucap Indri menutup materinya, hal yang harus terus menerus dipahami adalah penanggulangan terorisme tidak boleh sendiri-sendiri. Semua elemen bangsa harus bekerja bersama. Pemuda adalah ujung tombak di masyarakat untuk menangkal berbagai paham dan gerakan radikalisme dan terorisme yang mengarah pada perlawanan terhadap pemerintahan yang sah. (hms)


Jangan Lewatkan

Komentar