oleh

Jadi Tersangka, Edi Diisolasi

Tes Urine, Positif Narkoba

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – EN alias Edi pelaku penganiayaan anggota polisi di Lapas Gorontalo, hingga berujung kericuhan Rabu (01/06), akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Demi keamanan, Edi juga ditempatkan berada dalam ruang isolasi.

“Tersangka sudah dilakukan pemeriksaan pada hari Kamis, dan hasilnya sudah memenuhi unsur pidana sesuai dengan fakta hukum yang ada. Serta didukung dua alat bukti, yaitu laporan polisi dan keterangan saksi, maka Edi telah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap korban Bripda Moh Kurniawan Noho,”Kata Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP S Bagus Santoso SIK, Jumat (03/06).

Dijelaskannya juga, penyidik telah melakukan pemeriksaan Rabu (01/06), terhadap korban dan saksi juga merupakan rekan korban bernama Bripda Renaldi S Nukmati. Serta sipir Lapas Kelas IIA Gorontalo, dan anggota dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Limboto, yang ikut melakukan pengawal tahanan yang di kembalikan ke Lapas.

Terungkap, kalau penganiayaan tak hanya dilakukan Edi, tapi juga ada napi lain yang turut membantu. “Untuk saat ini penyidik belum bisa menyebutkan berapa orang yang diduga kuat terlibat dalam kejadian itu, karena mengingat kasus ini masih dalam proses,”tuturnya.

Bagus juga menegaskan, bahwa Edi diawasi langsung oleh Kapolda Gorontalo. “Tidak sembarang orang bisa menjenguk tersangka, kalau ada yang mau jenguk harus laporan ke Kapolda, melalui Dir Tahti Mapolda Gorontalo,”terang Kabid. Bahkan anggota polisi di lingkup Polda Gorontalo saja, tidak diijinkan untuk membuka sel isolasi yang dihuni tersangka. Dan karena Dir Tahti merupakan penanggung jawab masalah barang bukti dan tahanan, maka Kapolda Gorontalo memerintahkan Dir Tahti Polda Gorontalo untuk memegang kunci ruangan isolasi tersangka. “Dir Tahti telah diperintahkan Kapolda untuk memegang kunci isolasi tersangka. Dan siapa yang menjenguk tersangka, harus atas izin Kapolda dengan cara menghubungi Dir tahti Polda Gorontalo, sekalipun itu adalah anggota Polisi,”tukas Kabid Humas Polda Gorontalo.

Sementara itu, tersangka plus napi Lapas Kelas IIA Gorontalo EN alias Edi, bakal dikenakkan pasal berlapis oleh pihak penyidik Polda Gorontalo. Pasalnya selain dililit kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam, terhadap seorang anggota polisi Selasa (31/05) di Lapas. Tim medis Bidang Dokkes Polda Gorontalo menemukan, tersangka positif telah mengonsumsi narkoba golongan dua, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Kata Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP S Bagus Santoso SIK, selain hasil pemeriksaan itu menyebutkan bahwa tersangka dalam keadaan sehat, tim medis Biddokes Polda Gorontalo menemukan, urin tersangka mengandung amfitamin dan mesopitamin. “Artinya urinnya positif mengandung narkoba,”terang Kabid Humas. Ia juga jelaskan, bahwa hasil temuan tim medis Biddokes tersebut akan ditindak lanjuti oleh penyidik Mapolda Gorontalo. (rg-62)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar