Jakarta DP 0 Persen, Pohuwato Rumah Gratis

Pencanangan rumah sehat kabupaten pohuwato

RadarGorontalo.com – Andaikan masa jabatan kepala daerah tidak dibatasi dua periode saja, maka akan sulit menumbangkan Syarif Mbuinga di posisi Bupati Pohuwato. Tak cuma dekat, tapi Syarif dikenal sangat mencintai rakyatnya, begitu pula sebaliknya. Dan sikap seperti itu, dilakukan Syarif saat masih menjabat ketua DPRD. Satu hal menarik, kalau di Jakarta ada program beli rumah DP 0 persen, di Pohuwato justru warga miskin tak perlu beli rumah. Lahan dan bangunan, disediakan pemerintah secara gratisss. Dan perlu digaris bawahi program ini hanya ada di Pohuwato.

Suryadin Ahmad, Pohuwato

Sejak masih ketua dewan, dua periode sejak 2004 sampai 2010, kediaman Syarif tak pernah lengang. Siang malam rumah dinasnya, sering dikunjungi warga. Ada yang mengeluh karena terlilit masalah, hingga datang untuk minta bantuan. Dan tak satupun dari mereka yang pulang dengan kecewa. Tradisi itu diteruskan hingga dirinya menjabat sebagai Bupati Pohuwato. Dengan kewenangan yang ada di tangannya, perlakuan Syarif terhadap rakyat Pohuwato makin menjadi-jadi. Belum apa-apa, postur APBD di rubah lebih berpihak ke rakyat. Program ekonomi kerakyatan, secara massif dikucurkan untuk mendorong kesejahteraan rakyat khususnya mereka yang miskin. Bagi Syarif, rakyat adalah seorang raja yang dirinya adalah pelayannya.

Belum lama menjabat di periode kedua, Syarif dikejutkan dengan tingginya angka kemiskinan yang dirilis BPS dan TNP2K. Perasaannya campur aduk. Jangan-jangan program tidak jalan atau anggaran untuk warga miskin masih kurang.? Pertanyaan-pertanyaan itu, berkecamuk di kepalanya. Tapi Syarif tidak marah, segera dirinya mengintruksikan ratusan ASN, untuk verifikasi ulang dengan sistem by name by adress. Alhamdulillah, dari 11.359 rumah tangga sasaran (RTS) atau rumah tangga miskin yang dirilis TNP2K, setelah verifikasi ulang data validnya cuma 7.210 RTS saja.

Soal penanganan kemiskinan, satu hal yang menarik perhatian dan sepertinya patut dicontoh kepala daerah lain. Selama ini, bantuan rumah layak huni (Mahyani) hanya bisa didapatkan mereka yang punya lahan. Sedangkan mereka yang tidak, terpaksa disisihkan. Mau beli lahan bagaimana, sedangkan untuk makan sehari-hari saja terkadang tak cukup.

Lagi-lagi Syarif punya solusinya. Berbekal data hasil verifikasi tim ASN, warga miskin yang memenuhi dua kategori, yakni tak punya rumah dan lahan, dikumpulkan dalam satu kawasan dan dibangunkan rumah secara gratis..tis.tis. Tanpa pungutan satu rupiah pun. Lahan pemukiman dibebaskan pemerintah, begitu juga dengan ongkos bangunan rumah, seluruhnya dari APBD. Program itu dinamai rumah sehat komunal, yang belum lama ini dicanangkan.

Ada 6000 unit rumah sehat komunal yang siap dikebut, dengan target selesai sebelum masa jabatan SYAH periode kedua ini berakhir. “Enam ribu rumah itu ada yang dibangun baru ada juga yang diperbaiki,” ungkap Kepala Baperlitbang Irfan Saleh, kala ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/4). “Ya, program ini hanya ada di Pohuwato. Pak bupati telah memaparkan hal itu di Musrenbang provinsi dan mendapat apresiasi dari Bappenas dan TNP2K,” sambung Irfan.

Nantinya, semua program pemerintah daerah akan ditujukan kepada warga yang tinggal di kawasan perumahan komunal. “Dulunya warga miskin menyebar, nah dengan adanya program ini pemerintah daerah sudah tahu dimana warga miskin sehingga program bantuan akan diarahkan kepada mereka,” jelasnya.

“Insya Allah gema panua akan datang, bukan lagi pencanangan tapi sudah tahap pembangunan,” tutup Irfan. Selain perumahan komunal ini, sebelumnya pemerintah daerah juga telah berhasil melobi rusunawa yang saat ini telah ditempati oleh warga yang ada di kawasan ibukota dan 100 unit rumah yang dibangun oleh pemerintah daerah lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang di Desa Bulili Kecamatan Duhiadaa khusus untuk nelayan.

Bagi sejumlah kalangan khususnya yang mengenal dekat sosok Syarif Mbuinga, menurut mereka Syarif adalah salah satu putra terbaik yang dimiliki Provinsi Gorontalo khususnya Pohuwato. Ciri khas seorang khalifah melekat di dirinya. Cerdas, bijak dan berwibawa sedikit gambaran sosok Syarif. Tampil lebih religius di periode keduannya, membuat rakyat makin jatuh cinta dengan pria kelahiran 1976 silam itu. (**/rg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.