RadarGorontalo.com – Pemadaman lampu bergilir, kembali dilakukan oleh PLN, melanda sejumlah wilayah di provinsi Gorontalo, dalam 2 hari terakhir, kemarin. Penyebabnya, bukan lagi karena keterbatasan daya listrik. Namun, dari hasil koordinasi yang dilakukan jajaran Komisi II Deprov, dengan mitra kerjanya dari PLN itu, penyebabnya karena ada salah satu tower milik PLN yang roboh di kawasan Isimu kabupaten Gorontalo, yang diduga karena telah aus atau infrastrukturnya yang telah cukup tua, dimakan usia. Sehingga, perlu perbaikan, agar jaringan listrik antar daerah, berfungsi normal kembali. Bahkan, dalam sejumlah diskusi Manager Area PLN Gorontalo, Nayusrizal, di jejaring media sosial, mengaku, sejumlah sarana prasarana yang menyangkut jaringan kelistrikan di wilayah provinsi Gorontalo ini, tidak sekedar memerlukan pemeliharaannya lagi. Tapi lebih dari itu, perlu dilakukan pergantian dengan alat-alat atau sambungan jaringannya yang baru.

Olehnya, terkait jaringan kelistrikan di provinsi Gorontalo ini, anggota Komisi II Deprov, Ulul Azmi Kadji, mengulas kembali hasil studi komparasi jajarannya di PLN Wilayah Suluttenggo di Manado, beberapa waktu lalu. Bahwa, terkait pemanfaatan jaringan kelistrikan, sudah saatnya dirintis sejak saat ini, dengan membangun jaringan listrik bawah tanah. “Dalam artian, hal itu disesuaikan dengan alokasi anggaran yang ada, atau secara bertahap dilakukan. Dengan memprioritaskan pembangunan jaringan listrik dibawah tanah ini, di daerah-daerah yang rawan, menyebabkan kerusakan jaringan listrik. Seperti jaringan yang melintasi perbukitan, hutan, yang rawan menyebabkan adanya pohon yang tumbang, dan sebagainya,” jelas Ulul, kemarin.

Dia menambahkan lagi, terkait upaya-upaya untuk membangun jaringan kelistrikan dibawah tanah ini, pihaknya bersama pemerintah eksekutif Pemprov, akan turut berkoordinasi dan mendukung, sekiranya bila ada hal-hal yang sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah, untuk membantu PLN dalam merancang, hingga membangun jaringan kelistrikan di bawah tanah. Seperti upaya-upaya pembebasan lahan, dan sebagainya. “Sehingga, insya Allah dengan kerja sama dan koordinasi untuk membangun sarana dan prasarana pembenahan infrastruktur, menyangkut jaringan listrik bawah tanah ini, tidak ada keluhan-keluhan dari masyarakat, terkait adanya pemadaman listrik lagi,” harap politisi dari Partai Golkar ini. (ay1/RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.