RGOL.ID, GORONTALO – Jasa Raharja Provinsi Gorontalo kembali melaksanakan media gathering bersama insan pers Gorontalo. Kegiatan yang dipusatkan di Everyday Coffee, Sabtu (2/12/2023) ini dipimpin langsung Kepala PT. Jasa Raharja Cabang Gorontalo, Kemal Karman Kamaluddin.

Pada kegiatan itu, Kemal mensosialisasikan berbagai program terkait dengan cara atau langkah-langkah klaim santunan kecelakaan, menghimpun dan mengelola dana masyarakat guna memenuhi pemberian hak masyarakat atas santunan, meningkatkan kepatuhan dan kemudahan membayar pajak kendaraan, jenis kecelakaan yang disantuni jasa raharja, serta sosialisasi pencegahan kecelakaan.

Selain itu, Kemal juga kembali menginformasikan nominal santunan bagi korban kecelakaan sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 dan 16/PMK.010/2017.

Dimana santunan untuk korban meninggal dunia Rp50 juta, santunan maksimal korban cacat tetap Rp50 juta, santunan maksimal korban luka-luka Rp20 juta, biaya penguburan bagi korban tanpa ahli waris Rp4 juta, biaya P3K senilai Rp1 juta, dan biaya ambulans Rp500 ribu.

Dari mana dana santunan yang dikelolah Jasa Raharja? Kemal menjelaskan, sesuai amanah Undang-Undang (UU) nomor 33 tahun 1964 dan UU 34 tahun 1964, secara umum ada dua sumber dana yang dihimpun dan dikelola Jasa Raharja.

Pertama, Jasa Raharja akan memperoleh iuran wajib dari setiap penumpang yang membeli tiket resmi saat menggunakan alat transportasi umum, baik darat, laut, dan udara.

Kedua, Jasa Raharja akan memperoleh dana dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang pembayarannya melekat bersamaan dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB).

“kami terus menghimbau kepada masyarakat untuk taat dalam membayar pajak kendaraan tepat waktu, karena santunan untuk korban kecelakaan berasal dari SWDKLLJ di STNK,” imbaunya.

Kecelakaan lalu lintas seperti apa yang dijamin Jasa Raharja? Kemal menjelaskan jenis kecelakaan yang dijamin Jasa Raharja yakni kecelakaan dua atau lebih kendaraan bermotor resmi, masyarakat yang tertabrak kendaraan bermotor resmi (jaminan UU 34 perlindungan bagi korban di luar kendaraan penyebab kecelakaan lalu lintas), kecelakaan tunggal kendaraan atau kecelakaan penumpang pada angkutan penumpang umum resmi (jaminan UU 33 perlindungan bagi penumpang angkutan umum resmi sejak naik dari tempat asal hingga turun di tujuan).

Namun demikian kata Kemal, ada pula yang tidak dijamin Jasa Raharja yakni kerugian materi pada kendaraan akibat terjadinya kecelakaan, kecelakaan tunggal kendaraan pribadi, serta kecelakaan disebabkan perilaku kriminal. Ada hal menarik yang disampaikan Kemal, dimana dari jumlah 234 kendaraan yang terlibat kecelakaan selang Januari – November 2023, sebanyak 151 kendaraan sudah membayar pajak, sedangkan sisanya 13,34 persen atau 81 kendaraan belum membayar pajak.

“semua tetap dilayani santunannya karena melihat sisi kemanusiaan, sambil mendorong yang belum bayar pajak untuk segera membayar pajak melalui surat perjanjian bermaterai,” ujarnya.

Kemal juga menyampaikan bahwa dari jumlah potensi kendaraan di Gorontalo sejumlah 368.349, ternyata yang sudah lunas pajak kendaraannya hingga bulan November 2023 ini baru 161.333, dan sisanya 207.016 belum melunasi pajak.

Sehingga itu, untuk meningkatkan kepatuhan membayar pajak, Jasa Raharja memprogramkan kegiatan sosialisasi saat operasi zebra, mengunjungi pemilik kendaraan yang menunggak, sosialisasi kepada pemilik kendaraan yang terlibat laka, kerjasama dengan beberapa merchant seperti telkomsel, hotel, warkop, dan beberapa badan usaha untuk memberikan nilai tambah bagi wajib pajak yang telah membayar pajak.

Bukan itu saja, Jasa Raharja juga memberikan program pembebasan denda PKB dan SWDKLLJ kerjasama Badan Keuangan, pembukaan pelayanan samsat malam hari, dan kemudahan pembayaran pajak antar Kabupaten/Kota melakui aplikasi Samsat Link, serta memberikan apresiasi atau penghargaan kepada wajib pajak teladan yang tidak pernah telat membayar pajak selama lebih kurang 20 tahun.

Terakhir, Kemal menjelaskan alur pengurusan klaim santunan kecelakaan. Untuk mengkalim santunan, pertama korban atau keluarga korban membuat Laporan Polisi (LP) dan melengkapi syarat dokumen lain seperti KTP/SIM, akta kelahiran bagi yang belum memiliki KTP dan kartu keluarga (KK).

“kalau sudah ada laporan polisi, maka untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, karyawan kami bekerja dengan sistem jemput bola, mengurusi semua kelengkapan dokumen sampai dengan pencairan santunan,” jelas mantan Kepala PT. Jasa Raharja Manado ini.

Kemal bersyukur, karena melalui kerja sistem jemput bola, maka kecepatan Jasa Raharja Gorontalo mulai dari proses pengurusan hingga penyaluran santunan kepada korban meninggal dunia hanya membutuhkan waktu 1,02 hari atau lebih cepat 1,48 hari dari target nasional selama 3 hari.

Bukan itu saja, tingkat pelayanan terhadap korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit (overbooking) mencapai 98 persen. Dimana saat ini, PT. Jasa Raharja Gorontalo sudah membangun kerjasama dengan 20 rumah sakit dan klinik.

“untuk sistem overbooking ini, Jasa Raharja mengeluarkan surat jaminan untuk digunakan korban luka-luka berobat di rumah sakit secara gratis, dan tentunya harus memiliki laporan kecelakaan dari kepolisian,” papar Kemal.

Sementara itu, selang bulan Januari sampai dengan November 2023 ini, PT. Jasa Raharja Gorontalo sudah menyalurkan santunan kepada korban kecelakaan sebesar Rp9,224 M, terdiri dari santunan meninggal dunia Rp5,050 M, santunan luka-luka Rp4,025 M, santunan penguburan Rp8 juta, santunan P3K Rp24 juta, santunan cacat tetap Rp.104 juta, santunan ambulance Rp12 juta. (LaAwal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.