oleh

Jelang Ramadhan, Gorontalo Krisis Gula

ilustrasi : Anwar/RG
ilustrasi : Anwar/RG

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Sekitar tiga pekan lagi, sudah akan masuk bulan Ramadhan. Lagi-lagi, persoalan naiknya harga sembako menjadi momok bagi masyarakat. Kali ini, yang dikhawatirkan adalah gula pasir, yang saat ini Gorontalo kekurangan stok sampai 200 ton. Sedikit ironis, mengingat Gorontalo salah satu daerah yang punya pabrik gula.

Kepala Bulog Provinsi Gorontalo Syamsudin mengatakan, kekurangan itu disebabkan karena gula pasir yang diproduksi Gorontalo, lebih banyak dibawa ke luar daerah. Bahkan data yang ia miliki tersebut, merupakan hasil rapat yang ia ikuti bersama dengan tim pengendali inflasi se Gorontalo. “Dari hasil rapat yang dilakukan jajaran tim pengendalai inflasi beberapa hari lalu, Provinsi Gorontalo sampai saat ini masih kekurangan stok gula pasir sebanyak 189 hingga 200 TON,”ujarnya, ketika ditemui Selasa kemarin di ruang kerjanya.

Ditambahkannya lagi, untuk mengatasi kekurangan stok itu, pihaknya diharuskan mengikuti tender di Surabaya. Dan belum lama ini, tender yang dimaksud untuk memasokkan stok gula di Gorontalo, beberapa hari lalu itu telah dimenangkan pihak Asosiasi Pengusaha Gula dan Tepung Terigu Indonesia (APEGTI), dan kondisi seperti ini harus menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Daerah. Karena di Gorontalo sendiri, kita tahu memiliki pabrik gula yang sangat dikenal di Indonesia.

Ditempat terpisah, Kabid Perdagangan Diskumperindag Provinsi Gorontalo Rosman Adju membantah kalau dikatakan kekurangan stok gula. dari hasil rapat yang ia ikuti bersama para distributor Selasa kemarin. Gorontalo bukan kekurangan stok gula, hanya bahan baku pengolahan gula pasir yang ada di PT Tolangohula itu, sudah habis. Sehingga pihak Tolangohula, harus mengadakan kembali bahan baku pembuat gula pasir, yang didatangkan dari luar Negeri. “Bahan bakunya sudah ada, hanya izin impornya belum kami keluarkan,”ujar Rosman.

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan stok gula pasir di Bula Ramadhan nanti, pihak Toalngohula juga bekerjasama dengan TPI dari Surabaya dan perusahaan dari Makasar, untuk memasok gula pasir di Gorontalo. Dan stok yang akan didatangkan dari dua daerah tersebut, bukan hanya mampu mengantisipasi melonjaknya harga gula di Bulan Ramadhan, tapi bisah sampai Agustus nanti. (RG-62)


Jangan Lewatkan

Komentar