Jika Lokal-Lokal, Nelson Mo Gulung

RGOL.ID, GORONTALO – Adhan menilai Nelson Pomalingo sebagai pemimpin  partai yang hebat dan sukses.

Memang Harus diakui itu, karena tak cukup satu periode memimpin DPW PPP, partai besutan Suharso Monoarfa itu mampu bangkit dari keterpurukan.

Tidak hanya itu, bahkan Adhan bilang hanya Nelson yang bisa menghadapi Rachmat Gobel di Pilgub.

Itu artinya, mantan Walikota yang satu ini menganggap sepi Cagub dari partai lain, termasuk Golkar.

Bahkan Nasdem kalau tak memasang Rachmat di Pilgub, maka partai restorasi ini tidak ada apa-apanya.

“kalau tak ada Rachmat Gobel di Nasdem, maka partai ini tidak punya daya tarik, memang ada Ketua DPWnya, tetapi semuanya bertumpu pada RG,” kilahnya sambil tertawa renyah.

Nah, kata Adan lagi, tanpa Rachmat Gobel di Pilgub, sulit menghadapi Nelson. “Prof mo gulung,” kilahnya.

Apalagi kalau KIB benar-benar menyatu di Pilgub. Penilaian Adhan tentang  Deklarator Provinsi Gorontalo itu bukan tak punya alasan kuat.

Pertama, Nelson seorang pemimpin partai yang hebat, partainya solid, sementara partai lainnya  sibuk saling sikut menyikut. Lebih dari itu, Nelson punya kecerdasan dan dia adalah bupati dari daerah terbesar jumlah pemilihnya.

Bayangkan kata Adhan, kalau PPP koalisi dengan Golkar lalu menampilkan Nelson – Syarief, itu artinya akan menyatu Pohuwato, Boalemo dengan Kabupaten Gorontalo.

Politisi yang tak ada matinya ini sangat yakin kalau Syarief akan mendapat dukungan besar dari rakyat, karena selama dua periode menjadi Bupati, dia tampil bersahaja, santun dan tak pernah punya musuh di manapun, dan Syarief tak pernah cacat di mata semua pemimpin  partai di Gorontalo.

Itulah sebabnya Adhan sangat yakin Nelson – Syarief adalah pasangan Cagub yang sangat kuat. Kalau KIB tampil di Pilgub, maka sudah pasti dia akan berada dibarisan Golkar, PPP dan PAN.

Menyinggung soal Zainudin Amali, menurut Adhan, popularitas Zainudin Amali di Gorontalo sudah sangat kecil, tidak seperti tahun 2004, saat Zainudin maju di DPR RI.

Sekarang orang-orang mengenal Zainudin sebagai Menteri, tapi itu hanya kalangan atas saja, tidak sampai mengakar ke masyarakat bawah.

Apalagi sejak tidak lagi mewakili Gorontalo di DPR RI sampai sekarang menjabat Menteri, Zainudin hanya satu dua kali ke Gorontalo, itupun waktunya singkat hanya satu dua hari.

Sehingga masyarakat sudah kurang mengenalnya. Lain kalau melihat popularitas Nelson dan Syarief yang sudah sangat terkenal.

“jika Nasdem mendorong Rachmat Gobel sebagai Cagub, maka yang bisa mengimbanginya adalah Nelson-Syarief, kalau calon lain harus kerja keras,” tuturnya. (LaAwal-46)


Jangan Lewatkan

Komentar