Banjir yang merendamrumah warga di kecamtan Limboto
Banjir yang merendamrumah warga di kecamtan Limboto

RadarGorontalo.com – Dalam sekejap, banjir merendam ribuan rumah di Kabupaten Gorontalo, Selasa (25/10) malam. Hujan yang turun sejak siang, juga merendam rumah sakit MM Dunda. Alhasil, seluruh pasien yang berada di lantai satu, dievakuasi ke gedung Kasmat Lahay.

Pantauan RADAR Gorontalo, Selasa (25/10) malam, banjir terjadi hampir semua kecamatan dan yang terparah di Kawasan Ibukota. Yakni kelurahan Hepuhulawa, Kayubulan, Kayumerah, Tenilo, Hunggaluwa dan Bolihuangga dan untuk Kecamatan Limboto Barat yang merendam,  Desa Haya-haya, Padengo, Yosonegoro dan Pone. Rata-rata ketinggian air mencapai dada orang dewasa, bahkan di Desa Tenilo, mencapai 1 meter menyebabkan evakuasi korban banjir terus dilakukan.  Bahkan ruas jalan utama macet, karena banyak kendaraan terjebak, dalam arus air yang begitu kencang.

Berdasarkan informasi, banjir ini buntut dari meluapnya air dari tiga sungai di wilayah tersebut, masing-masing Sungai Moloupo, Sungai Bihe dan Sungai Marisa. Akibat meluapnya air dari ketiga sungai tersebut, khusus Kecamatan Limboto, air mengenangi sebagian besar rumah warga yang ada di 4 lingkungan di Kelurahan Tenilo. Bahkan, objek vital seperti Rumah Sakit MM Dunda dan Polres Gorontalo juga ikut tergenang air. Ketua Komisi III Harton Halid yang terjun langsung ke lapangan, mengaku miris dengan kejadian ini. “Saya sangat miris meihat kondisi di lapangan.

 

Baca Juga : RS MM Dunda Terendam, Pasien Dievakuasi

Olehnya hal ini harus mendapat perhatian dari pemerintah setempat,” tuturnya. Harton menduga, meluapnya tiga sungai di wilayah tersebut, diakibatkan proyek normalisasi sungai yang tidak dikerjakan hingga ke muara sungai. Olehnya itu Ketua Fraksi PAN ini meminta agar kondisi ini harus segera disikapi oleh pihak terkait. “Saya minta terkait proyek normalisasi ini, Balai Sungai dan pemerintah provinsi dapat berkoordinasi untuk kemudian melanjutkan proyek normalisai hingga ke muara sungai, agar air mengalir dengan baik, sehingga ketika debit air meningkat saat hujan turun, tidak lagi mengkhawatirkan,” pintanya.

Pemerintah kabupaten  telah mengkoordinasikan bencana tersebut kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk evakuasi warga korban banjir. Belum ada data pasti terkait korban banjir dan kerugian yang diderita, namun bantuan makanan cepat saji sangat dibutuhkan.  Warga pun sudah di imbau untuk segera meninggalkan rumah menuju lokasi yang lebih aman, maupun tempat pengungsian sementara yang telah disiapkan di beberapa titik lokasi aman. (rg-31/56/54/RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.