oleh

Kadis TPHP Gorut Sebut Kenaikan Harga Minyak Goreng Perlu Ditelusuri

RGOL.ID, GORUT – Kelangkaan minyak goreng yang sempat viral cukup meresahkan masyarakat, terlebih para ibu rumah tangga.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Kisman Kuka mengaku memang belum mengetahui dengan jelas latar belakang sampai terjadinya kelangkaan.

Sehingga menurutnya hal tersebut perlu ditelusuri. Ia pun dapat memastikan, meski belum mendeteksi kondisi di lapangan, bahwasanya bahan baku terhadap minyak goreng tersebut bukan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kelangkaan.

“Karena memang kan ini berlaku dari pusat. Bukan hanya kita di Gorontalo, tapi secara umum di Indonesia minyak goreng, khususnya curah mengalami kelangkaan,” terangnya.

Menariknya, meski kini minyak goreng curah di pasaran tidak lagi mengalami kelangkaan, karena ketersediaan stok yang mencukupi, namun menurut Kisman justru kini harganya terus naik.

“Seperti halnya harga minyak goreng curah yang dijual di botol berukuran 1,5 liter yang sebelumnya berkisar Rp 30.000 per botol, kini, harganya setelah kita cek di Pasar Moluo, berkisar Rp 35.000 per botol,” ungkap Kisman.

Padahal, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendag), minyak goreng curah ditetapkan Rp 14.000 per liter dan Rp 15.500 per kilogram.

“Dengan demikian, harusnya minyak goreng curah yang dijual di botol ukuran 1,5 liter harganya pun disesuaikan dengan HET. Artinya, kalau 1 liter Rp 14.000, maka 1,5 liter harganya Rp 21.000. Tapi kan fakta yang ada di pasaran Rp 35.000 per botol ukuran 1,5 liter,” imbuh Kisman.

Dari penuturan pedagang di Pasar Moluo, Kisman menjelaskan, harga minyak goreng yang terkesan tinggi tersebut disebabkan, karena pengambilan di distributor tidak sebebas sebelumnya.

“Katanya mereka (pedagang) harus berebutan untuk mendapatkan minyak goreng. Itu yang kemudian menjadi salah satu penyebab harga jualnya mengalami kenaikan,” tuturnya.

Sehingga menurut Kisman, kondisi yang ada, selain dilakukan pasar murah, perlu juga ditelusuri mengenai perolehan terhadap harga jual minyak goreng curah dipasaran.

“Kami menduga terjadi permainan harga di tingkat distributor dan itu perlu ditelusuri. Apalagi informasi yang kami terima, penjualan minyak goreng curah dari distributor ke toko swalayan dan sejenisnya dilakukan dengan sistem titip dan belum langsung dibayar,” tukasnya. (ind-56)


Jangan Lewatkan

Komentar