oleh

Kalapas Gorontalo “Dibuang Jauh”

FERNANDO KLOER
FERNANDO KLOER

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Gorontalo, Fernando Kloer, dengan nada tinggi, memarahi sejumlah awak media, saat mengkonfirmasi dugaan kasus penikaman yang terjadi di Lapas yang berlokasi di kelurahan Donggala Kota Gorontalo.

Saat ditelusuri, ternyata, kemarahan dari orang nomor satu di lembaga yang menaungi warga binaan yang terjerat ragam kasus kriminal ini, hanya dikarenakan pemberitaan terkait kasus narkoba, yang pelakunya adalah warga binaan dan petugas sipir di Lapas tersebut. Plus locus delicti atau Tempat Kejadian Perkara-nya (TKP), di Lapas itu sendiri. Alhasil, hal ini membuat kebingungan tersendiri, bagi awak media. Karena, begitu banyak media yang ada di provinsi Gorontalo, baik cetak, elektronik, maupun media online.

Sementara, Kalapas sendiri, tidak menyebut detail, media mana yang dimaksudkan keliru memberitakan kasus narkoba itu. Kalapas menyebutkan lagi, gara-gara berita narkoba itu, dirinya dipindah tugaskan ke provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). “Tahu nggak kalian, tulis-tulis begitu? Saya sekarang dibuang jauh. Jangan asal-asal memberitakan hal yang tak masuk akal.!!” demikian cercaan Kalapas Fernando, dengan nada tinggi, kepada sejumlah awak media, di teras Lapas Donggala.

Fernando mencatat, ada 2 kali pemberitaan media, terkait narkoba, yang menurutnya, tidak sesuai fakta. Masing-masing terkait penggeledahan berikut penangkapan warga binaan di Lapas, dan penangkapan sipir di halaman Lapas. “Pada berita warga binaan yang tertangkap narkoba di Lapas itu, saat kejadian, bukan langsung ditahan oleh polisi, sebagaimana yang diberitakan media. Tapi menurut kita, dia dipinjamkan.” ujar Kalapas. “Sementara, berita sipir yang tertangkap tangan oleh BNP, itu bukan di halaman Lapas, tapi di jembatan Tenilo.” sahut Kalapas lagi.

Dalam pernyataan lagi, Kalapas menyalahakan awak media, yang dituding tidak profesional memberitakan dugaan kasus narkoba, yang terjadi di Lapas. “Yang begitu (pemberitaan) tidak nyaman untuk saya, kalian tidak memikirkan nasib saya. Padahal saya sudah berjuang mati-matian disini, tapi ini nol saya, karena berita-berita itu menyesatkan,” jelasnya sembari mengatakan, bahwa dirinya tidak menyangka, kalau berita itu bisa sampai di meja Dirjen.

Menanggapi tudingan Kalapas seperti itu, sejumlah awak media saat itu, menjawabnya, bahwa, berita dugaan kasus narkoba yang disebut Fernando tadi, telah dikornfirmasi pada pihak terkait yang menangani kasus itu. Sehingganya, media mempublis berita itu, sesuai dengan hasil konfirmasi yang diberikan pihak terkait. “Berita itu kami terbitkan karena berdasarkan hasil konfirmasi yang kami lakukan pada pihak terkait,” terang sejumlah awak media, pada Fernando Kloer.

Meski demikian, Fernando tetap saja menyesalkan pemberitaan dugaan kasus itu, karena pihak media dituding, tidak melakukan konfrimasi pada pihak Lapas, dalam hal ini dirinya. Padahal, pemberitaan terkait dugaan kasus narkoba itu, media terus melakukan follow up, baik pada pihak Kementerian Hukum dan HAM Gorontalo dan Lapas Kelas IIA Gorontalo.

Tidak hanya itu, Fernando juga mengatakan, dia menyesalkan media yang tidak mengespos anggotanya yang babak belur, akibat dipukul petugas. Anehnya, ketika saat itu, media menanyakan siapa nama anggota yang dipukul itu, ia katakan bahwa sudah tidak ingat lagi dengan nama anggotanya. “Kalian tau nggak siapa yang dianiaya, anggota saya. (Tapi) kalian nggak berani ekspos. Padahal, saya sudah menyerahkan anggota saya pada petugas untuk diperiksa. Eh, tahunya dipulangkan dalam kondisi banyak memar dibadannya. Saya lupa namanya, yang pasti dua orang,” jelasnya, sambil mengharapkan, agar media senantiasa melakukan pemberitaan yang akurat dan berimbang. (RG-62)


Jangan Lewatkan

Komentar