RGOL.ID GORONTALO – Kampanye perdana PAN (Partai Amanat Nasional) di Kota Gorontalo, dimulai dari dapil 3 yang berlangsung di Bengawan Solo.

Menariknya pada kampanye perdana yang dihadiri Adhan Dambea itu juga nampak sejumlah politisi dari partai lain, mereka datang bukan hanya untuk memonitoring materi kampanye. Menariknya lagi mereka datang tidak sembunyi sembunyi, bahkan Tarjon Ilahude duduk di seberang jalan tempat acara kampanye.

” Torang datang untuk mo lia torang pe Walikota,” kilah Caleg PPP dari dapil 3 ini menjawab pertanyaan RAGORO soal kehadiran mereka di kampanye PAN.

Sementara dalam pidato kampanyenya Adhan tidak hanya melontarkan kritikannya pada para Aleg, tetapi juga pada aparat penegak hukum, yang menurut dia kurang garang, karena banyak laporannya soal dugaan dugaan korupsi yang tidak langsung ditindak lanjuti.

Dia juga mengatakan kalau teman temannya di Deprov juga tidak garang mmperjuangkan agar APBD Provinsi lebih pro rakyat,.

Coba kalau banyak kader PAN banyak di Deprov maka saya bisa menekan mereka untuk bekerja demi kepentingan rakyat.

Sebagai intermezo, mantan Walikota itu, mengatakan kalau dia jadi BK, maka tiap minggu pasti ada Aleg yang akan diadili oleh BK. ” Setiap Minggu ada Aleg yang di PAW,” kilahnya.

AD juga cerita kalau Ketua DPW PAN pernah dimintai bantuan untuk memintanya untuk tidak terus terusan mengkritik pemerintah. ” Saya bilang sama pak Anas, kalau begitu PAW saja saya, sebab saya tak mungkin berhenti meneriaki adanya ketimpangan.” tandasnya.

Terakhir Adhan mengatakan jangan heran kalau sering dipanggil dengan beberapa nama. ” Kalau ada yang memanggil saya pak Haji, itu pasti kalangan ibu ibu majelis taklim, tetapi kalau ada yang panggil Dambea, itu pasti anak anak mahasiswa dan aktivis, dan kalau ada yang panggil boss, nah itu para preman,” kilah Adhan yang disambut gerrr hadirin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.