oleh

Karpet Merah Untuk Ayi

-Headline, Politik-211 Pengunjung

GORONTALO (RGOL.ID) – Sejak beberapa bulan lalu, Rivai Bukusu sudah diingatkan oleh teman-temannya di Dekot.

Kata Ariston, ketika itu Ayi akan mendapat pesaing di Muscab, tetapi ketika itu Ayi hanya tersenyum dan sepertinya peringatan dari Ariston terbukti. Tetapi kata Ariston, peluang Ayi tetap terbuka lebar, hanya saja Ayi tidak boleh diam, dia harus berjuang.

“Ayi ini ‘gila’, makanya PPP bisa dapat 4 kursi, saya tidak bermaksud mencampuri urusan partai orang, tetapi rekan kami yang satu ini adalah seorang petarung yang sangat berbahaya,” katanya.

Ditanya bagaimana kalau Ayi tersingkir dari PPP, Ariston merasa tak yakin kalau kader seperti Ayi tidak berpeluang terpilih kembali.

Tetapi kalau kenyataannya Rivai Bukusu tersingkir, maka PDIP akan membentangkan karpet merah untuk Ayi.

Dan kalau Ayi bergabung dengan PDIP, maka bukan tak mungkin PDIP akan bisa merebut kursi Wakil Ketua Dekot.

Modal untuk itu sudah ada, karena sekarang ini PDIP sudah punya 3 kursi. Tidak hanya PDIP yang mengincar Aleg Dekot yang sudah beberapa periode ini, tetapi juga sejumlah partai lainnya, karena Partai Demokrat juga membuka pintu lebar-lebar untuk Rivai Bukusu.

Menurut Jemmy Mamangkey, kalau Ayi tersingkir dari PPP, maka dia meminta rekannya di Dekot itu untuk bergabung dengan Demokrat.

Jemmy punya alasan kuat mengajak Ayi bergabung dengan Demokrat, karena politisi yang satu ini sangat bisa diandalkan untuk merebut beberapa kursi dari Dapil Kota Tengah, Sipatana, Kota Utara.

Dan bergabungnya Ayi, maka peluang Demokrat merebut kembali kursi Wakil Ketua Dekot akan terbuka, bahkan bisa merebut kursi Ketua Dekot. Peluang itu sangat terbuka mengingat Kursi Demokrat sekarang ini ada empat. (awal-46)


Komentar