Keberanian UNG Jadi Tuan Rumah KKN Kebangsaan

Dr. Hasrullah, M.A

RadarGorontalo.com – Sikap berani sudah ditunjukkan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dengan menyatakan kesediaannya untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan KKN Kebangsaan 2017. Menurut salah satu penggagas KKN Kebangsaan, Dr. Hasrullah, M.A, sikap UNG ini, jauh beda dengan sikap beberapa universitas.

“UNG sudah mengambil sikap yang berani. Beberapa universitas besar, tidak mau mengambil resiko. Mereka masih mempertimbangkan banyak hal untuk bisa menjadi tuan rumah KKN Kebangsaan,” kata Dr. Hasrullah yang diwawancarai Radar Gorontalo ini, Selasa (18/07). Menurut akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) ini, KKN Kebangsaan menjadi salah satu instrumen membentuk karakter bangsa.
“Ini menjadi wadah untuk menyatukan visi keindonesiaan, visi tentang kebhinekaan yang utuh. 10 sampai 15 tahun ke depan, merekalah yang akan menggantikan kita. Bahkan diantara mereka akan ada yang menjadi pemimpin di negeri ini. KKN Kebangsaan menjadi wadah untuk menyatukan visi keindonesian, visi tentang kebhinakaan yang utuh,” kata Dr. Hasrullah.

Dr. Hasrullah kemudian berkisah tentang awal tercetusnya gagasan KKN Kebangsaan yang kini telah menjadi agenda dan program nasional di Kemenristekdikti. Dia menjelaskan, gagasan tentang KKN Kebangsaan, baru muncul pada tahun 2013. “Yang ada waktu itu, baru KKN regional. Kebetulan Unhas dan Universitas Andalas (Unand) pada tahun 2012 menggelar KKN regional. Ketika bertemu dengan Rektor Unand saat itu, menginginkan KKN bisa menyatukan mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada dari Sabang sampai Merauke. Dan Rektor Unand menyarankan saya untuk menemui Musliar Kasim, Rektor Unand sebelumnya, yang saat itu sudah menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan,” kata Dr. Hasrullah.

Gagasan ini baru teralisasi pada sekitar pertengahan 2013. “Setelah kita berkoordinasi, akhirnya disetujui meski Dikti saat itu belum memberi garansi soal pendanaan untuk kegiatan KKN ini, yang awalnya diusulkan bernama KKN Nusantara, kemudian berubah menjadi KKN Kebangsaan. Saat telah mendapat persetujuan, kita langsung melakukan pertemuan dengan stakeholder, termasuk TNI Kodam VII, SKPD dan unsur terkait lainnya. Karena waktu yang diberikan untuk bisa melaksanakan KKN ini, hanya selang Oktober-November,” jelasnya.

Pada pelaksanaan KKN Kebangsaan pertama, Unhas menjadi tuan rumah. Kemudian tahun berikutnya dilaksanakan oleh Universitas Tanjungpura pada tahun 2014. Pada KKN Kebangsaan tahun 2015, dilaksanakan di dua tempat yang berbeda. Menurut Dr. Hasrullah, ini diakibatkan oleh adanya misunderstanding. “Sudah ada kesepakatan bahwa KKN Kebangsaan ini dilaksanakan bergilir di wilayah Timur dan Barat. Dan untuk pelaksanaan KKN Kebangsaan tahun 2016, kita sudah menghadap Dirjen, pak Intan, agar menyatukan kembali pelaksanaan KKN Kebangsaan ini. Dan saat itu disepakati dilaksanakan di Riau,” ungkap Dr. Hasrullah.(rg-40)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.