Kejati Geledah BRI dan KPPN Marisa , Hasilnya…

Suasana pencarian bukti baru berupa kelangkapan dokumen pengajuan pencairan anggaran di KPPN Marisa oleh tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejati Gorontalo. (F. Ilyaz/RG)

RadarGorontalo.com – Meski sempat dihalang-halangi oleh pimpinan KPPN Marisa, pencarian bukti baru berjalan lancar. Bukti administrasi berupa cek dan dokumen lain terus dicari oleh Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi Marisa di dua lembaga keuangan di Marisa. Ya, tim Pemberantasan Korupsi Kejati Gorontalo menyasar kantor Bank BRI Cabang Marisa dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan negar (KPPN) Marisa, Senin (21/8).

Pencarian bukti baru di dua lembaga keuangan ini, dilaksanakan menyusul ditetapkannya dua orang sebagai tersangka dalam kasus Tipikor di tubuh Kejaksaan ini. Ya, bendahara Kejari Marisa dengan insial MM dan staf keuangan Kejari Marisa yang berinsial MS, telah menjadi tersangka beberapa waktu lalu, dalam dugaan upaya pemalsuan tanda tangan yang merugikan negara hampir 1,3 miliar rupiah ini.

Kepada RADAR, ketua tim Ridwan Kadir yang juga merupakan Plh. Aspidsus Kejati Gorontalo menerangkan bahwa penggeledahan dua lembaga keuangan ini merupakan amanat Pengadilan. Ya, pengadilan memerintahkan tim JPU untuk mencari bukti transaksi keuangan yang lain. Di kantor BRI Marisa tim Pidsus Kejati mencari sejumlah cek yang diduga direkayasa untuk mencairkan anggaran rutin kejaksaan hingga uang titipan negara di lembaga Adhiyaksa Marisa ini. “Sementara, di KPPN meskipun ada sedikit salah paham, kami tetap mencari kelengkapan dokumen pengajuan pencairan anggaran,” terangnya.

Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menelan korban staf adhiyaksa ini terjadi dalam kurun waktu tahun 2015-2016. Modusnya adalah memalsukan tanda tangan Kepala Kejari Marisa dengan cara di scan untuk mencairkan dana rutin kejaksaan negeri Marisa untuk kepentingan pribadi. “Untuk urusan korupsi, kami tidak main-main meski melibatkan pegawai kami (Kejaksaan, red) yang nakal,” tandas Ridwan sembari memberi peringatan keras kepada seluruh masyarakat bahwa KKN menjadi musuh utama kita semua.

Sampai dengan berita ini diturunkan, tim Satuan Khusus Pemeberantasan Korupsi Kejati Gorontalo masih terus mencari dokumen yang tercecer sebagai barang bakuti baru di dua lembaga keuangan negara tersebut. (rg-55/tr-10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.